Jakarta, IDN Times - Pemerintah Jepang mengajak Amerika Serikat (AS) dan China untuk bekerja sama dalam upaya pengendalian dan perlucutan senjata nuklir. Ini menyusul berakhirnya pakta New START atau Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis antara AS dan Rusia.
Berakhirnya perjanjian ini menciptakan kekosongan hukum nuklir pertama dalam lebih dari 50 tahun, yang memicu kekhawatiran akan perlombaan senjata baru. Hal ini juga memicu protes dari para penyintas bom atom dan aktivis di Jepang.
"Jepang menganggap penting untuk berkolaborasi secara tegas dengan kekuatan nuklir, seperti AS, Rusia, dan China, guna meredam memburuknya situasi keamanan global," kata Kei Sato, Wakil Kepala Sekretaris Kabinet dalam konferensi pers pada Kamis (5/2/2026), dikutip dari Kyodo News.
