Jakarta, IDN Times - Pemerintah Jepang baru-baru ini menyetujui rencana anggaran pertahanan untuk tahun mendatang, yang melebihi 9 triliun yen (sekitar Rp966 triliun). Langkah ini menandai rekor tertinggi baru dan memicu kekhawatiran publik.
"Ini adalah langkah minimum yang dibutuhkan karena Jepang menghadapi lingkungan keamanan yang paling berat dan kompleks di era pascaperang. Hal itu mengubah jalan kita sebagai bangsa yang cinta damai," kata Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi pada 26 Desember 2025.
Koizumi juga menekankan tekad negaranya untuk melanjutkan pembangunan militer dan melindungi rakyatnya, dikutip dari Asahi Shimbun, Sabtu (27/12/2025).
Jepang akan memperkuat kemampuan serangan balasan dan pertahanan pantai dengan rudal jelajah dan persenjataan tanpa awak, seiring dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Asia Timur. Strategi keamanan saat ini, yang diadopsi pada 2022, menyebut China sebagai tantangan strategis terbesar negara itu. Pihaknya juga menyerukan peran yang lebih ofensif bagi Pasukan Bela Diri Jepang di bawah aliansi keamanannya dengan Amerika Serikat (AS).
