Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jerman Desak Tingkatkan Pertahanan Eropa usai Penarikan Tentara AS
Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius saat memberi penghargaan kepada tentara Jerman di Kosovo. (twitter.com/BMVg_Bundeswehr)
  • Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menegaskan Eropa harus memperkuat pertahanannya setelah AS menarik sekitar 5.000 tentaranya dari Jerman akibat perselisihan kedua negara.
  • Pemerintah Jerman tetap berkoordinasi dengan AS dan negara NATO lain untuk menjaga keamanan Eropa, meski pengiriman rudal Tomahawk dari AS kemungkinan tertunda.
  • Jerman menyetujui peningkatan anggaran pertahanan menjadi 3,1 persen dari PDB atau sekitar 144,9 miliar euro pada 2027 guna memperkuat militernya di kawasan Eropa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius mengatakan bahwa Eropa harus memperkuat pertahanannya. Pernyataan ini disampaikan usai penarikan sekitar 5 ribu tentara Amerika Serikat (AS) dari negaranya. 

“Kami sebagai Eropa harus bertanggung jawab atas keamanan kami sendiri. Jerman sudah ada di jalan yang benar dengan mengekspansi personel militer, meningkatkan pembelian senjata, dan membangun infrastruktur,” terangnya, dikutip dari CNBC, Senin (4/2/2026).

Keputusan AS menarik ribuan tentara dari Jerman ini menyusul perselisihan kedua negara. Namun, Washington sudah merencanakan pengurangan tentara di Jerman sejak 2017. 

1. Keberadaan tentara AS di Jerman sesuai kepentingan kedua pihak

Pistorius mengatakan bahwa Jerman dan AS memiliki kepentingan dengan menempatkan tentara AS di Jerman. Menurutnya, keputusan penarikan sudah direncanakan dan dapat diprediksi. 

“Kami akan bekerja bersama dengan Amerika di Ramstein, Grafenwoehr, dan lainnya. Ini untuk perdamaian dan keamanan Eropa, untuk Ukraina dan pertahanan bersama,” ungkapnya. 

Menhan Jerman itu menyebut, NATO mulai mengarah ke Eropa dan tetap Trans-Atlantik. Maka, Jerman akan mengoordinasikan penugasan militer dengan Prancis, Italia, Polandia, dan Inggris. 

2. AS tunda suplai rudal Tomahawk ke Jerman

Pada saat yang sama, Kanselir Jerman, Friedrich Merz mengatakan bahwa AS kemungkinan akan menunda pengiriman rudal Tomahawk ke Jerman. Meskipun sudah dijanjikan oleh mantan Presiden AS, Joe Biden pada 2024. 

“Setelah melihat momen ini, secara objektif, terdapat banyak kemungkinan suplai senjata dari AS dan semacamnya. Jika tidak salah, AS tidak memiliki pasokan yang cukup untuk mereka sendiri saat ini,” tuturnya. dikutip dari DPA International.

3. Jerman naikkan anggaran pertahanan menjadi 3,1 persen dari PDB

Pekan lalu, Jerman menyetujui perubahan anggaran pertahanan pada 2027. Dengan ini, negara Eropa Barat itu setuju untuk menaikkan belanja militer menjadi 3,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). 

Dilansir United24, Berlin akan meningkatkan anggaran pertahanan hingga 144,9 miliar euro (Rp2.945 triliun) pada 2027. Kenaikan anggaran pertahanan ini sesuai dengan rencana jangka panjang Jerman untuk menjadi militer konvensional terkuat di Eropa pada 2039. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team