Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tegang, AS Putuskan Tarik 5 Ribu Tentara dari Jerman

Tegang, AS Putuskan Tarik 5 Ribu Tentara dari Jerman
Tentara Amerika Serikat. (unsplash.com/actuallyjoel)
Intinya Sih
  • Amerika Serikat memutuskan menarik sekitar 5 ribu tentaranya dari Jerman pada tahun depan setelah muncul kritik Jerman terhadap serangan AS ke Iran.
  • Presiden Donald Trump menilai Jerman bertindak buruk di bawah Kanselir Friedrich Merz, menyebut negara itu tengah menghadapi kekacauan akibat masalah energi, imigrasi, dan konflik Ukraina.
  • Kanselir Merz menuding pemerintahan Trump tidak memiliki strategi matang dalam perang melawan Iran, sementara AS tetap berencana mengurangi jumlah pasukannya di Eropa, khususnya di Jerman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk menarik sekitar 5 ribu pasukan dari Jerman pada tahun depan. Langkah ini diumumkan pada Jumat (1/5/2026), menyusul kritik Jerman atas keputusan AS menyerang Iran. 

“Kementerian Perang memerintahkan penarikan sekitar 5 ribu tentara dari Jerman. Keputusan ini menyusul ulasan dari otoritas terkait soal postur pasukan di Eropa dan kebutuhan sesuai kondisi di lapangan,” kata Juru Bicara Pentagon, Sean Parnell, dikutip dari CNN.

Jerman termasuk salah satu negara Eropa yang menolak terlibat dalam menyerang Iran. Selain itu, Polandia dan Spanyol sudah menyuarakan penolakan untuk ikut dalam operasi militer AS di Timur Tengah. 

1. Trump sebut Jerman bertindak buruk

Donald Trump sedang berada di Gedung Putih.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di Gedung Putih, Washington D.C. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Menanggapi kritikan dari Jerman, Presiden AS, Donald Trump menyampaikan bahwa Jerman sudah bertindak buruk di bawah pemerintahan Kanselir Jerman, Friedrich Merz. Menurutnya, situasi di Jerman kacau di tengah konflik di Ukraina. 

“Jerman sudah memiliki masalah imigrasi, masalah energi. Mereka punya berbagai masalah dan mereka punya sebuah masalah besar dengan Ukraina karena mereka memang berada dalam kekacauan,” terangnya, dilansir dari EFE.

2. Merz sebut Trump tidak merencanakan strategi matang

Kanselir Jerman Friedrich Merz
Kanselir Jerman Friedrich Merz (© European Union, 1998 – 2026, Attribution, via Wikimedia Commons)

Ketegangan antara AS dan Jerman ini muncul setelah kritikan dari Merz kepada Trump. Kanselir Jerman itu menyebut bahwa pemerintah Iran telah mempermalukan AS dalam negosiasi dan kurang matangnya strategi. 

“Pemerintah AS di bawah Trump cukup jelas memutuskan terlibat dalam perang melawan Iran tanpa strategi sama sekali dan AS telah dipermalukan oleh Iran,” ungkapnya, dikutip dari DPA International.

3. AS berencana mengurangi tentara di Jerman

ilustrasi militer AS di Timur Tengah (commons.wikimedia.org/U.S. Army photo by Sgt. Adrianne Lopez)
ilustrasi militer AS di Timur Tengah (commons.wikimedia.org/U.S. Army photo by Sgt. Adrianne Lopez)

Selama ini, AS sudah berencana untuk mengurangi jumlah tentaranya di Eropa, terutama Jerman pada periode pertama pemerintahan Trump. Saat ini, terdapat sekitar 86 ribu tentara AS yang ditempatkan di Eropa dan 39 ribu di antaranya ada di Jerman. 

Selama bertahun-tahun, pangkalan militer AS di Eropa memiliki peran penting dalam operasi militer AS di dunia, termasuk di Timur Tengah. Pangkalan itu menjadi tempat tentara, senjata, kapal, pesawat, dan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas perawatan tentara. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More