Jakarta, IDN Times - Lebanon akhirnya memiliki presiden baru setelah lebih dari dua tahun kekosongan jabatan. Joseph Aoun (60), mantan panglima militer, terpilih dalam putaran kedua pemilihan parlemen pada Kamis (9/1/2025) dengan 99 suara dari total 128 anggota parlemen.
Dilansir The Guardian, Aoun yang berasal dari komunitas Kristen Maronit memenuhi persyaratan untuk menjabat sebagai presiden, sesuai dengan sistem politik sektarian Lebanon. Berdasarkan aturan tersebut, perdana menteri harus berasal dari kelompok Muslim Sunni, sementara parlemen dipegang oleh Muslim Syiah.
Kabinet diatur berdasarkan kuota sektarian, di mana kementerian sering menjadi alat bagi partai politik yang sebagian besar dipimpin oleh tokoh era perang saudara, untuk mempertahankan pengaruhnya di pemerintahan.
