Jakarta, IDN Times - Warga Iran membentuk pagar betis atau rantai manusia pada Selasa (7/4/2026) demi melindungi berbagai fasilitas energi dari ancaman serangan Amerika Serikat (AS). Aksi ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan peradaban Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.
Pemerintah Iran mengklaim lebih dari 14 juta orang telah mendaftar melalui kampanye daring dan pesan singkat untuk berpartisipasi. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa dirinya juga tergabung dalam daftar relawan yang siap mengorbankan nyawa demi negara.
"Lebih dari 14 juta warga Iran yang bangga telah mendaftar untuk mengorbankan nyawa mereka demi membela Iran. Saya pun telah, sedang, dan akan tetap mengabdikan diri untuk memberikan hidup saya bagi Iran," tulis Pezeshkian dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, dikutip dari The Hill.
