Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Uni Emirat: Serangan Iran Lebih Banyak ke Negara Arab Ketimbang Israel

Uni Emirat: Serangan Iran Lebih Banyak ke Negara Arab Ketimbang Israel
Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Duta Besar UEA menyebut 85 persen rudal dan drone Iran menyerang negara-negara Teluk Arab serta Yordania, sementara hanya 15 persen diarahkan ke Israel.
  • Serangan Iran menyebabkan 13 warga sipil UEA tewas, 217 luka-luka, dan kerusakan infrastruktur vital meski sebagian besar proyektil berhasil dicegat sistem pertahanan udara.
  • UEA menegaskan pangkalan militer AS di wilayah Teluk tidak digunakan untuk menyerang Iran dan mendesak penghentian agresi, didukung kecaman dari 136 negara serta resolusi PBB terkait.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Uni Emirat Arab bersama negara-negara Teluk Arab (Gulf Cooperation Countries/GCC) dan Yordania, mengecam serangan Iran terhadap negara-negara tetangganya.

Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri mengatakan, serangan Iran lebih banyak diluncurkan ke negara-negara Arab ketimbang Israel.

“Statistik terbaru menunjukkan bahwa sekitar 85 persen rudal dan drone Iran diluncurkan ke arah negara-negara GCC dan Yordania, sementara hanya sekitar 15 persen yang menargetkan Israel,” kata Abdulla Salem AlDhaheri dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026).

1. Bangunan dan warga sipil jadi korban

Rudal Iran.
potret rudal Iran (unsplash.com/Moslem Daneshzadeh)

Abdulla Salem AlDhaheri mengatakan, per tanggal 7 April 2026, sistem pertahanan udara UEA telah berhasil mendeteksi dan mencegat 520 rudal balistik, 26 rudal jelajah, dan 2.221 drone.

Meski banyak yang dicegat, serangan Iran telah menyebabkan kerusakan dan juga jatuhnya korban yang merupakan warga sipil UEA.

Dia mengatakan, serangan Iran mengakibatkan 13 warga sipil meninggal dunia, 217 orang luka-luka, serta kerusakan pada infrastruktur vital seperti bandara, pelabuhan, fasilitas energi, dan kawasan permukiman.

“Fakta-fakta ini secara jelas menunjukkan bahwa serangan-serangan tersebut tidak terbatas pada target militer. Dari sudut pandang ini, saya ingin menegaskan bahwa data tersebut membantah klaim Iran bahwa serangannya hanya menargetkan pangkalan dan fasilitas militer,” ucap dia.

2. Pangkalan militer AS di negara-negara Arab tak pernah digunakan untuk menyerang Iran

Pasukan militer Iran sedang melakukan latihan drone.
potret drone Iran (commons.wikimedia.org/Mostafa Tehrani)

Abdulla Salem AlDhaheri juga memastikan, pangkalan militer AS di negara-negara Teluk Arab juga tak pernah digunakan untuk melancarkan serangan ke Iran.

“Semua serangan AS pada Iran berasal dari kapal selam, kapal perang, hingga pesawat. Jadi tidak pernah ada serangan dari teritori kami ke Iran. Ini bukan cerita-cerita yang datang dari bawah tanah. Apa yang dinyatakan Iran itu harus diteliti kembali,” ucap Abdulla Salem AlDhaheri.

3. UEA desak Iran setop agresi

Potret Kota Doha, Qatar. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Potret Kota Doha, Qatar. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Abdulla Salem AlDhaheri mengatakan, sebanyak 136 negara dan organisasi internasional telah menyampaikan kecaman terhadap agresi Iran.

Menurut dia, itu adalah bukti kuatnya solidaritas komunitas internasional terhadap UEA, negara-negara Teluk Arab, dan Yordania.

“Dukungan tersebut juga tercermin melalui pengesahan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 yang bersejarah, serta adopsi secara konsensus resolusi Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengenai implikasi hak asasi manusia dari serangan Iran, yang didukung oleh lebih dari 100 negara,” ujar dia.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More