Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Panas! GCC Sebut Iran Tak Pernah Kirim Bantuan Gaza

Panas! GCC Sebut Iran Tak Pernah Kirim Bantuan Gaza
potret serangan Israel di Gaza (unsplash.com/Emad El Byed)
Intinya Sih

  • Duta Besar Yordania menilai dukungan nyata terhadap Palestina harus dibuktikan lewat tindakan konkret seperti pembangunan rumah sakit, bukan sekadar retorika politik.
  • Perwakilan UEA menegaskan konflik dengan Iran bukan perang agama, melainkan isu keamanan dan kedaulatan karena sebagian besar serangan Iran justru menyasar negara-negara Teluk Arab.
  • GCC dan Yordania mengecam serangan Iran yang menimbulkan korban sipil serta kerusakan infrastruktur vital di wilayah Teluk, membantah klaim bahwa targetnya hanya fasilitas militer.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Negara-negara Teluk Arab yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC) menegaskan komitmennya dalam mendukung Palestina. Pernyataan ini sekaligus menjawab persepsi publik, termasuk di Indonesia, yang menilai Iran lebih vokal membela Palestina dibandingkan negara-negara GCC.

Duta Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania untuk Indonesia, Sudqi Atallah Abdel Qader Al Omoush, menilai dukungan terhadap Palestina perlu dilihat secara konkret, bukan sekadar retorika politik.

Menurutnya, kontribusi nyata seperti pembangunan fasilitas kesehatan menjadi indikator penting.

“Berapa banyak RS yang didirikan Iran di Gaza? Ada RS Indonesia, RS Uni Emirat Arab (UEA), dan ada 4 RS Yordania,” kata Sudqi Atallah di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

1. Iran disebut tak pernah kirim bantuan ke Gaza

Gaza diserang Israel.
potret Gaza yang diserang Israel (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Sudqi Atallah menegaskan, hingga saat ini tidak ada catatan Iran mengirim bantuan langsung ke Gaza. Sebaliknya, negara-negara GCC bersama Yordania dan Mesir rutin menyalurkan bantuan kemanusiaan, termasuk melalui jalur udara (airdrop).

“Anda bertanya tentang airdrop yang dikirim UEA, Indonesia. Yordania, Mesir? Saya tidak pernah melihat atau mendengar satu pun berita tentang Iran mengirimkan bantuan ke Gaza,” ucap Sudqi Atallah.

Pernyataan ini menyoroti perbedaan pendekatan antara Iran dan negara-negara Teluk dalam membantu Palestina.

2. Konflik Iran bukan perang agama

IMG_0389.jpeg
Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, menegaskan konflik yang melibatkan Iran tidak bisa disederhanakan sebagai perang agama.

Ia menyebut, agresi Iran justru banyak menyasar negara-negara Teluk Arab.

“Sekitar 85 persen rudal dan drone Iran diluncurkan ke arah negara-negara GCC dan Yordania, sementara hanya sekitar 15 persen yang menargetkan Israel,” kata Abdulla Salem AlDhaheri.

Menurutnya, narasi konflik berbasis agama justru menyesatkan dan tidak mencerminkan situasi sebenarnya. Sebaliknya, GCC dan Yordania melihat Iran juga menyerang negara-negara Islam.

“Upaya untuk membingkai konflik ini sebagai perang agama adalah menyesatkan dan tidak mencerminkan realitas yang terjadi. Ini adalah persoalan keamanan, kedaulatan, dan hukum internasional, bukan agama,” ucap Abdulla Salem AlDhaheri.

3. Warga sipil negara Teluk Arab jadi korban

d4a603e4-f837-492b-85fa-60db7f0010e9.jpeg
Potret Kota Doha, Qatar. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

GCC dan Yordania juga mengecam keras serangan Iran yang disebut menyasar wilayah sipil. Dampaknya tidak hanya korban jiwa, tetapi juga kerusakan infrastruktur vital.

Di UEA, tercatat 13 warga sipil meninggal dunia dan 217 lainnya luka-luka. Sejumlah fasilitas penting seperti bandara, pelabuhan, energi, hingga permukiman turut terdampak.

“Fakta-fakta ini secara jelas menunjukkan bahwa serangan-serangan tersebut tidak terbatas pada target militer. Dari sudut pandang ini, saya ingin menegaskan bahwa data tersebut membantah klaim Iran bahwa serangannya hanya menargetkan pangkalan dan fasilitas militer,” ujar Abdulla Salem AlDhaheri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in News

See More