Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kapal sedang berlayar di laut.
ilustrasi kapal cepat (pexels.com/quang vinh)

Intinya sih...

  • Kapal membawa puluhan migran dari Turki

  • Pemerintah Yunani berupaya mencari korban hilang

  • Wilayah laut Yunani sering dilewati kapal migran

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kapal cepat (speedboat) yang mengangkut puluhan migran dilaporkan mengalami insiden parah di Laut Yunani. Speedboat tersebut mengalami tabrakan dengan kapal penjaga pantai Yunani pada Selasa (3/1/2026) malam waktu setempat.

Insiden ini menyebabkan 14 migran yang berada di kapal tewas di tempat, sedangkan 1 lainnya tewas di rumah sakit. Sementara itu, 25 migran lainnya, termasuk 11 anak-anak dan 1 wanita hamil, dilaporkan mengalami luka-luka.

Hingga kini, penyebab tabrakan masih belum jelas. Otoritas setempat juga belum mau memberikan keterangan. Sebab, mereka masih akan terus mendalami insiden tersebut hingga semua fakta terungkap. 

1. Kapal membawa puluhan migran dari Turki

ilustrasi kapal cepat (pexels.com/belen capello)

Speedboat nahas tersebut dilaporkan membawa puluhan migran asal Turki menuju Pulau Chios, salah satu pulau yang ada di laut Yunani. Kapal tersebut terciduk oleh kapal penjaga pantai Yunani yang sedang berpatroli di area sekitar.

Kapal penjaga pantai tersebut kemudian memerintahkan speedboat migran yang ada di dekatnya untuk mengubah arah. Sebab, kapal tersebut diduga berlayar secara ilegal dan melakukan manuver berbahaya. Namun, speedboat migran itu malah melarikan diri.

Alhasil, kapal penjaga pantai Yunani pun melakukan pengejaran. Tidak lama kemudian, kapal migran tersebut bertabrakan dengan kapal penjaga pantai Yunani lainnya. Kerasnya hantaman membuat para migran yang ada di kapal terlempar ke laut. 

2. Pemerintah Yunani berupaya mencari korban hilang

potret bendera Yunani (pexels.com/Anders Kristensen)

Saat ini, Pemerintah Yunani tengah berupaya untuk mencari para korban yang masih hilang. Aparat keamanan setempat juga sudah mengerahkan helikopter dan penyelam andal untuk mempermudah pencarian tersebut.

Selain itu, pemerintah juga meminta warga sipil yang tinggal di sekitar lokasi kejadian untuk membantu pencarian. Ini dilakukan agar korban hilang bisa segera ditemukan. Sebab, area laut di sana sangat luas sehingga butuh banyak orang untuk mencari korban.

3. Wilayah laut Yunani sering dilewati kapal migran

ilustrasi wilayah laut Yunani (unsplash.com/Joseph Barrientos)

Wilayah laut Yunani memang sering dilewati kapal yang membawa migran. Migran-migran tersebut berasal dari negara-negara di berbagai kawasan, seperti Asia, Timur Tengah, dan Afrika. 

Para migran tersebut banyak yang bermigrasi ke Eropa untuk mencari tempat aman karena konflik dalam negeri. Selain itu, beberapa dari mereka bermigrasi ke Eropa juga untuk mencari penghidupan yang lebih layak.

Menurut Badan PBB untuk Pengungsi (UNHCR), ada sekitar 1.000 migran yang berlayar menuju Eropa sejak awal 2026. Biasanya, para migran itu masuk ke Eropa lewat Yunani. Namun, ada juga beberapa migran yang masuk lewat Turki

Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), insiden yang merenggut nyawa para migran seperti yang terjadi di laut Yunani memang sudah sering terjadi. Sejak 2014, tercatat sudah ada sekitar 33 ribu migran yang dilaporkan hilang dan tewas saat akan berlayar menuju Eropa.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team