14 Migran Tewas akibat Tabrakan dengan Kapal Penjaga Pantai Yunani

- Tujuh anak-anak dan seorang perempuan hamil termasuk di antara korban luka, dengan operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung.
- Yunani telah lama menjadi titik transit utama bagi migran dan pengungsi dari Timur Tengah, Afrika, dan Asia yang ingin menuju Eropa.
- Yunani sempat mendapat sorotan terkait perlakuannya terhadap migran dan pencari suaka yang datang melalui jalur laut, termasuk dalam kecelakaan kapal pada 2023.
Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 14 migran tewas setelah speedboat yang mereka tumpangi bertabrakan dengan kapal Penjaga Pantai Yunani. Insiden itu terjadi di lepas pantai Pulau Chios pada Selasa (3/2/2026) malam.
Seorang penjaga pantai mengatakan, tabrakan terjadi ketika speedboat tersebut bergerak mendekati kapal penjaga pantai yang sebelumnya telah memerintahkannya untuk berbalik arah. Sebanyak 24 penumpang speedboat berhasil diselamatkan, dengan beberapa di antaranya mengalami luka parah. Laporan juga menyebutkan bahwa ada beberapa orang yang masih hilang.
1. Tujuh anak-anak dan seorang perempuan hamil termasuk di antara korban luka

Dilansir BBC, operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung pada Selasa malam, dengan melibatkan empat kapal penjaga pantai, sebuah kapal pribadi yang membawa penyelam sipil, serta sebuah helikopter. Belum diketahui pasti berapa jumlah orang yang berada di speeboat tersebut saat kejadian.
Media lokal melaporkan bahwa para korban luka termasuk tujuh anak-anak, seorang perempuan hamil, dan dua petugas penjaga pantai. Mereka dibawa ke rumah sakit di Chios untuk mendapatkan perawatan.
2. Yunani jadi titik transit ke Eropa

Dilansir dari Al Jazeera, Yunani telah lama menjadi titik transit utama bagi migran dan pengungsi dari Timur Tengah, Afrika, dan Asia yang ingin menuju Eropa.
Pada 2015 dan 2016, Yunani berada di garis depan krisis migrasi, dengan hampir 1 juta orang mendarat di pulau-pulau negara itu, termasuk di Chios. Sebagian besar dari mereka berangkat dari Turki.
Namun, jumlah kedatangan telah migran menurun dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini terjadi setelah Yunani memperketat kebijakan terhadap pencari suaka dan migran, termasuk dengan memperkuat pengawasan perbatasan dan patroli laut.
3. Yunani dituduh lakukan pelanggaran HAM terhadap migran

Yunani sempat mendapat sorotan terkait perlakuannya terhadap migran dan pencari suaka yang datang melalui jalur laut, termasuk dalam kecelakaan kapal pada 2023, yang menewaskan ratusan migran dan pengungsi. Saksi mata mengatakan, kapal tersebut tenggelam setelah penjaga pantai mencoba menariknya.
Pada 2025, badan perbatasan Uni Eropa (UE) mengatakan pihaknya sedang meninjau 12 kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh Yunani, termasuk beberapa tuduhan bahwa pencari suaka diusir dari perbatasan negara tersebut. Yunani sendiri membantah melakukan pelanggaran hak asasi manusia atau mengusir pencari suaka dari wilayahnya.


















