Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapal Survei China Terobos Batanes, Filipina Kirim Kapal Terbesar
Ilustrasi kapal (Unsplash.com/Arron Choi)
  • Filipina mengerahkan BRP Teresa Magbanua dan pesawat intai untuk mencegat kapal survei China Jia Hai Ke 7 yang beroperasi tanpa izin di ZEE dekat Batanes.
  • Penjaga Pantai Filipina menyatakan Jia Hai Ke 7 mematikan pelacak otomatis; pencegatan berlangsung saat kapal Penjaga Pantai China CCG-2503 muncul mengawalnya.
  • Kapal survei China akhirnya keluar dari perairan Filipina setelah aktivitasnya memicu kekhawatiran terhadap kabel bawah laut Selat Luzon, sementara Beijing membantah pelanggaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Otoritas Filipina bertindak tegas mengamankan wilayah perbatasan laut utara dari keberadaan kapal asing tanpa izin pada Kamis (1/10/2026). Langkah ini dipicu oleh temuan kapal survei berbendera China di perairan Provinsi Batanes yang berdekatan dengan Taiwan.

Insiden ini menandai peningkatan patroli Filipina dalam menjaga kedaulatan perairannya. Aparat setempat menegaskan bahwa seluruh pergerakan kapal asing di wilayah perbatasan wajib mematuhi hukum internasional.

1. Pengerahan kapal terbesar ke perairan Pulau Itbayat

ilustrasi kapal laut, perairan Filipina (pexels.com/THADEO MOSQUEDA)

Penjaga Pantai Filipina mengirimkan kapal patroli terbesarnya, BRP Teresa Magbanua, dan sebuah pesawat intai ke utara Batanes. Operasi gabungan ini bertujuan mencegat kapal penelitian China, Jia Hai Ke 7, yang berdiam 37 mil laut di barat laut Pulau Itbayat sejak 28 September.

Kapal tersebut beroperasi tanpa izin resmi di dalam zona ekonomi eksklusif Filipina. Aparat juga mendapati kapal itu mematikan sistem pelacak otomatis untuk menyembunyikan posisinya dari pantauan radar. Langkah cepat aparat Filipina berhasil menghentikan aktivitas pengambilan data kelautan secara sepihak.

"Langkah kami menghentikan penelitian laut tanpa izin itu dan memaksa kapal pergi dari posisinya," kata Juru Bicara Penjaga Pantai Filipina, Jay Tarriela, dilansir The Standard.

2. Kehadiran kapal Penjaga Pantai China di sekitar Jia Hai Ke 7

kapal militer berpatroli di Laut China Selatan (commons.wikimedia.org/Anonymous United States Navy photographer)

Dalam pencegatan tersebut, BRP Teresa Magbanua mendekat hingga jarak 91 meter dari lambung Jia Hai Ke 7. Pasukan Filipina kemudian menurunkan perahu karet untuk mengelilingi kapal survei itu sambil memberikan peringatan melalui radio, meski target terus menghindar.

Situasi makin memanas ketika kapal Penjaga Pantai China bernomor lambung CCG-2503 mendadak muncul untuk melindungi Jia Hai Ke 7. Kapal Filipina tetap bersiaga di area tersebut dengan membuntuti kapal patroli China dari jarak sekitar 914 meter. Kehadiran kapal bersenjata milik pemerintah China untuk mengawal kapal survei swasta ini memicu kecurigaan aparat.

"Apa tujuan sebenarnya kapal itu datang ke Batanes? Kedutaan Besar China harus menjelaskan hal ini," ujar Jay Tarriela.

3. Kekhawatiran Filipina terkait keamanan kabel bawah laut di Selat Luzon

Kapal AS (kiri) dan Filipina (kanan) sedang mengadakan patroli di Laut China Selatan. Foto diambil 31 Juli 2024. (commons.wikimedia.org/Aaron-Matthew)

Aktivitas penelitian tersebut memicu kekhawatiran Filipina karena letaknya dekat dengan jalur kabel komunikasi bawah laut di Selat Luzon. Kementerian Luar Negeri Filipina turut menegaskan bahwa mereka tidak pernah menerbitkan izin riset bagi kapal tersebut.

Akibat pengawasan ketat aparat, kapal Jia Hai Ke 7 akhirnya memutar arah ke utara pada Kamis siang dan keluar dari perbatasan laut Filipina. Ke depan, Filipina akan makin memperketat patroli laut untuk mencegah masuknya kapal asing tanpa izin.

Di sisi lain, perwakilan Beijing membantah adanya pelanggaran hukum dan menuduh Filipina mengganggu kegiatan riset mereka.

"Kapal tersebut sedang bekerja normal di wilayah yang menjadi hak China," kata Juru Bicara Kedutaan Besar China di Manila.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article