Jakarta, IDN Times - Kapal pesiar berbendera Belanda, MV Hondius, dijadwalkan tiba di perairan lepas Tenerife, Spanyol, pada Minggu (10/5/2026) dini hari di tengah kekhawatiran internasional akibat wabah hantavirus yang terjadi di atas kapal tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) turun langsung untuk membantu proses evakuasi para penumpang.
Tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit langka tersebut, yakni pasangan suami istri asal Belanda dan seorang perempuan asal Jerman. Sejumlah penumpang lain juga jatuh sakit selama pelayaran berlangsung.
WHO menyebut jenis virus yang terkonfirmasi pada kasus positif adalah Andes virus, satu-satunya tipe hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia. Kondisi itu memicu kewaspadaan sejumlah negara yang kini melakukan pelacakan terhadap penumpang maupun orang yang sempat melakukan kontak dengan mereka.
Meski situasi memicu perhatian global, kehidupan warga di Tenerife dilaporkan tetap berjalan normal. Di sekitar Pelabuhan Granadilla de Abona, tempat proses evakuasi akan dilakukan, warga masih terlihat berenang, berbelanja di pasar, hingga duduk santai di kafe.
“Ada kekhawatiran mungkin ada bahaya, tetapi sejujurnya saya tidak melihat orang-orang terlalu khawatir,” kata penjual lotre setempat, David Parada, dilansir dari Hurriyet Daily.
Otoritas regional Spanyol menolak mengizinkan kapal tersebut merapat ke pelabuhan. MV Hondiusakan tetap berada di lepas pantai selama pemeriksaan kesehatan dan proses evakuasi dilakukan antara Minggu hingga Senin, satu-satunya waktu yang dinilai memungkinkan berdasarkan kondisi cuaca.
