Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

WHO Sebut Kasus Infeksi Hantavirus Bisa Bertambah, Bakal Jadi Wabah?

WHO Sebut Kasus Infeksi Hantavirus Bisa Bertambah, Bakal Jadi Wabah?
ilustrasi Hantavirus (commons.wikimedia.org/Scientific Animations)
Intinya Sih
  • WHO menyebut kasus infeksi Hantavirus global bisa bertambah, namun belum berpotensi menjadi wabah jika langkah pencegahan terus dijalankan karena penyebarannya masih terbatas.
  • Kasus pertama Hantavirus muncul pada April 2026, menewaskan pasangan asal Belanda di kapal Hondius dan memunculkan beberapa kasus tambahan yang sedang diselidiki WHO.
  • Dua warga Singapura dilaporkan terpapar Hantavirus di kapal yang sama dan kini diisolasi di NICD, sementara otoritas setempat menilai risiko bagi masyarakat umum masih rendah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kasus infeksi Hantavirus global bisa bertambah. Sebab, virus tersebut bisa menyebar dengan cepat dan menginfeksi banyak orang. 

Meski begitu, WHO mengatakan kasus Hantavirus sejauh ini tidak akan berubah menjadi wabah jika tindakan pencegahan terus dilakukan. Sebab, penyebarannya saat ini masih sangat terbatas.  

"Ini bukan awal dari epidemi. Ini bukan awal dari pandemi. Ini bukan COVID-19," kata Direktur Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, kepada wartawan, pada Kamis (7/5/2026), seperti dilansir CNA

1. Hantavirus disebarkan oleh tikus

Tikus got sedang berjalan.
potret tikus (pexels.com/Denitsa Kireva)

Sebagai informasi, Hantavirus merupakan salah satu virus yang bisa menyebabkan infeksi pernapasan akut. Menurut WHO, virus ini disebarkan melalui air kencing dan feses tikus yang sudah terkontaminasi. 

Kotoran tikus tadi terkadang hinggap di benda-benda atau di makanan yang dikonsumsi manusia. Oleh karena itu, manusia bisa ikut terinfeksi jika memegang benda atau memakan makanan yang sudah terkontaminasi Hantavirus.

Orang yang terinfeksi Hantavirus akan mengalami sejumlah gejala yang mirip seperti flu biasa. Beberapa di antaranya, seperti sakit badan, demam, meriang, dan pusing. Jika sudah parah, penderita juga akan mulai mengalami sesak napas akut bahkan sampai kematian.  

2. Kasus Hantavirus pertama kali muncul pada awal April

Hantavirus
potret Hantavirus (commons.wikimedia.org/CDC)

Kasus infeksi Hantavirus pertama kali muncul pada 11 April lalu. Saat itu, sepasang suami istri (pasutri) asal Belanda dilaporkan tewas saat sedang melakukan perjalanan di atas kapal motor Hondius. Kapal itu dikabarkan berangkat dari Ushuaia, Argentina, dengan tujuan akhir di Tanjung Verde. 

Jenazah pasutri tadi lantas diturunkan di Pulau Saint Helena, Inggris, pada 24 April untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.  Usai dilakukan pengecekan, pihak penyelidik mengonfirmasi bahwa keduanya tewas akibat terinfeksi Hantavirus.

Pada 3 Mei lalu, WHO mengabarkan bahwa tiga penumpang lainnya yang berada di kapal Hondius juga tewas karena terinfeksi Hantavirus."Hingga saat ini, satu kasus infeksi hantavirus telah dikonfirmasi melalui laboratorium dan ada lima kasus tambahan yang dicurigai," kata WHO kepada AFP.  

3. Hantavirus sudah sampai di Singapura

Kota Singapura, Singapura.
potret suasana di Singapura (pexels.com/Virginia Chien)

Saat ini, Hantavirus dikabarkan sudah menyebar ke Singapura. Sebab, ada dua warga di sana yang dikabarkan terinfeksi virus tersebut saat berada di kapal Hondius. Keduanya kini sedang diisolasi di Pusat Penyakit Menular Nasional Singapura (NICD).

Saat ini, kedua warga Singapura tersebut sedang menunggu hasil tes. Tes ini bertujuan untuk membuktikan apakah mereka benar-benar terinfeksi Hantavirus atau tidak. 

“Hasil tes mereka masih menunggu. Salah satunya mengalami pilek, tetapi kondisinya baik-baik saja dan yang lainnya tidak menunjukkan gejala. Risiko bagi masyarakat umum di Singapura saat ini rendah,” kata Badan Pengendalian Penyakit Menular Singapura (CDA).  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More