ilustrasi petasan (pexels.com/John Davis)
Ketua Serikat Polisi Belanda, Nine Kooiman, menyatakan pergantian tahun kali ini diwarnai tingkat kekerasan terhadap polisi dan petugas darurat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Saat bertugas di Amsterdam, ia mengalami pelemparan petasan dan bahan peledak hingga tiga kali.
Tak lama setelah tengah malam, otoritas nasional mengirim peringatan darurat langka melalui ponsel kepada seluruh warga. Peringatan tersebut meminta masyarakat tak menghubungi layanan darurat yang telah kewalahan kecuali dalam kondisi mengancam nyawa. Di Breda, wilayah selatan Belanda, sejumlah orang dilaporkan melempar bom molotov ke arah aparat kepolisian.
Tahun ini menjadi momen terakhir sebelum larangan petasan pribadi diberlakukan, sehingga pembelian petasan melonjak tajam. Asosiasi Piroteknik Belanda mencatat total belanja petasan mencapai 129 juta euro (setara Rp2,5 triliun), dikutip dari CNA.
Penggunaan petasan secara masif memicu dua korban tewas dalam insiden terpisah, yakni seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun dan seorang pria berusia 38 tahun. Rumah sakit mata di Rotterdam menangani 14 pasien dengan cedera mata, sepuluh di antaranya anak-anak, dan dua pasien harus menjalani operasi.