Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kelompok Bersenjata Culik 23 Anak dari Panti Asuhan Nigeria
ilustrasi anak-anak di Afrika (unsplash.com/bill wegener)
  • Sebanyak 23 anak dan istri pemilik panti asuhan diculik oleh kelompok bersenjata di Kogi, Nigeria; 15 anak berhasil diselamatkan sementara 8 lainnya masih hilang.
  • Panti asuhan tempat kejadian diketahui beroperasi secara ilegal tanpa izin otoritas, dan pemerintah menyerukan koordinasi lebih ketat demi keamanan lembaga sosial serupa.
  • Penculikan massal untuk uang tebusan marak di Nigeria akibat lemahnya pengawasan, diperparah konflik bersenjata yang melibatkan Boko Haram dan kelompok afiliasi ISIS di berbagai wilayah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sejumlah pria bersenjata menculik sedikitnya 23 anak dari sebuah panti asuhan di Nigeria. Sebanyak 15 di antaranya berhasil diselamatkan oleh aparat keamanan, sementara 8 lainnya masih hilang.

Pihak berwenang mengatakan, anak-anak tersebut diculik dari Dahallukitab Group of Schools, yang terletak di daerah terpencil di ibu kota negara bagian Kogi, Lokojaut, pada Minggu (26/4/2026). Istri pemilik panti asuhan juga ikut diculik.

“Operasi intensif sedang berlangsung untuk mengamankan kepulangan delapan korban yang tersisa dan menangkap para pelakunya,” kata Komisaris Informasi Kogi, Kingsley Fanwo, dalam pernyataan pada Senin (27/4/2026).

1. Panti asuhan tersebut beroperasi secara ilegal

anak-anak di Nigeria (unsplash.com/Abubakar Balogun)

Lebih lanjut, Fanwo mengungkapkan bahwa bahwa panti asuhan tersebut beroperasi secara ilegal di lokasi terpencil tanpa sepengetahuan otoritas terkait dan aparat keamanan. Ia pun mendesak para pengelola panti asuhan, sekolah, dan lembaga serupa untuk selalu berkoordinasi dengan instansi pemerintah yang berwenang, terutama di tengah buruknya situasi keamanan.

Sejauh ini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas penculikan tersebut. Namun, sumber keamanan mengatakan bahwa negara bagian tersebut memiliki sel aktif Boko Haram dan telah dilanda sejumlah serangan kekerasan, dilansir dari BBC.

2. Kelompok bersenjata umumnya lakukan penculikan untuk mendapatkan uang tebusan

seorang anak di Nigeria (unsplash.com/Muhammad-Taha Ibrahim)

Penculikan massal kerap dilakukan oleh geng dan kelompok bersenjata di Nigeria untuk meraup uang cepat, terutama di daerah pedesaan yang minim kehadiran pemerintah. Meski demikian, ini merupakan pertama kalinya sebuah panti asuhan menjadi sasaran.

Pada November 2025, lebih dari 300 siswa beserta guru mereka diculik dari sebuah Sekolah Menengah Katolik di negara bagian Niger. Pemerintah menyebut aksi tersebut didalangi oleh Boko Haram.

Para korban akhirnya dibebaskan dalam dua tahap, dengan kelompok terakhir bebas lebih dari sebulan kemudian. Pemerintah membantah laporan adanya pembayaran uang tebusan atau membebaskan dua komandan Boko Haram sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

3. Konflik hadir di banyak wilayah di Nigeria

seorang pria memegang bendera Nigeria (unsplash.com/Emmanuel Ikwuegbu)

Dilansir dari Al Jazeera, Nigeria telah menghadapi berbagai konflik, mulai dari kekerasan berkepanjangan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata Boko Haram dan para bandit, bentrokan antara petani dan penggembala, serta gerakan separatis di wilayah tenggara. Kelompok Lakurawa yang berafiliasi dengan ISIS juga diketahui beroperasi di sejumlah komunitas di wilayah barat laut negara itu.

Dalam beberapa bulan terakhir, Zona Tengah Utara Nigeria, di mana Kogi berada, telah mengalami serangkaian serangan kekerasan, termasuk penggerebekan sekolah. Sebagian di antaranya diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team