Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Serangan Udara Militer di Pasar Nigeria, 100 Orang Tewas

Serangan Udara Militer di Pasar Nigeria, 100 Orang Tewas
ilustrasi pasar di Nigeria (unsplash.com/owolabi oluwatosin)
Intinya Sih
  • Serangan udara militer Nigeria di Pasar Jilli, Borno, menewaskan lebih dari 100 warga sipil saat operasi memburu Boko Haram berlangsung.
  • Militer mengklaim menargetkan basis teroris, namun saksi mata dan pejabat lokal menyebut bom justru menghantam pasar yang ramai pengunjung.
  • Amnesty International mengecam serangan tersebut sebagai tindakan sembrono dan mendesak investigasi independen atas jatuhnya banyak korban sipil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ratusan warga sipil dikhawatirkan tewas usai pesawat tempur militer Nigeria menjatuhkan bom di sebuah pasar wilayah timur laut negara tersebut pada Sabtu (11/4/2026). Insiden ini terjadi ketika militer Nigeria sedang menggelar operasi untuk memburu kelompok pemberontak Boko Haram.

Pihak militer berdalih bahwa mereka menargetkan lokasi persembunyian teroris yang selama ini meresahkan warga. Namun, para penduduk setempat menegaskan bahwa serangan justru menghantam pasar yang sedang ramai pengunjung. Puluhan korban luka dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan intensif

1. Beda klaim militer dan laporan saksi mata

tentara Nigeria
tentara Nigeria (Hussaina Muhammad (VOA), Public domain, via Wikimedia Commons)

Militer Nigeria menyatakan bahwa operasi udara tersebut berhasil menghancurkan pusat logistik kelompok teroris. Mereka mengklaim serangan dilakukan di sebuah kawasan desa yang sudah ditinggalkan penduduknya di wilayah Negara Bagian Borno. Pihak angkatan udara pada awalnya tidak menyinggung soal jatuhnya bom di area perdagangan sipil.

Pernyataan resmi aparat langsung mendapat bantahan dari otoritas lokal dan para penduduk sekitar. Mereka menyebut lokasi yang dibom adalah Pasar Jilli yang selalu ramai dikunjungi warga dari berbagai desa setiap pekannya. Pejabat pemerintah Negara Bagian Yobe juga membenarkan bahwa warganya yang sedang berbelanja di pasar telah menjadi korban ledakan.

Laporan mengenai total angka kematian di lapangan hingga kini masih diwarnai ketidakpastian. Anggota dewan lokal bernama Lawan Zanna memperkirakan lebih dari 200 orang tewas akibat ledakan. Sementara itu, Amnesty International menyatakan setidaknya 100 orang tewas berdasarkan kesaksian para penyintas.

2. Kelompok pemberontak kerap berkeliaran di Pasar Jilli

ilustrasi kelompok bersenjata. (unsplash.com/Randy Fath)
ilustrasi kelompok bersenjata. (unsplash.com/Randy Fath)

Kawasan utara Borno selama ini dikenal sangat minim pengawasan dan kehadiran pemerintah. Absennya aparat keamanan membuat berbagai permukiman di sana menjadi amat rentan terhadap cengkeraman kelompok militan bersenjata. Pasar Jilli sendiri memiliki reputasi yang suram dan bahkan sering mendapat julukan "pasar teroris" dari penduduk setempat.

Pengamat keamanan membeberkan bahwa kelompok pemberontak biasanya bisa leluasa berkeliaran di area tersebut. Anggota militan kerap datang berkelompok menggunakan sepeda motor sambil memanggul senjata untuk mengawasi warga. Mereka sering memanfaatkan keramaian pasar untuk mengumpulkan pungutan liar dan mengatur strategi serangan.

Pihak militer Nigeria rupanya sudah memantau aktivitas di sekitar lokasi sebelum meluncurkan serangan udara. Peningkatan frekuensi operasi darat maupun udara ini turut disokong oleh kehadiran pasukan bantuan Amerika Serikat (AS). Ratusan pasukan AS tersebut bertugas mengendalikan armada drone untuk melacak pergerakan pemberontak dari udara.

3. Amnesty International kecam serangan militer Nigeria yang sembrono

sekelompok warga mengibarkan bendera Nigeria
sekelompok warga mengibarkan bendera Nigeria (unsplash.com/Salem Ochidi)

Serangan terbaru diduga merupakan balasan militer atas rentetan bentrokan yang memanas belakangan ini. Kawasan timur laut Nigeria belakangan kembali bergejolak akibat perseteruan senjata antara aparat dengan Boko Haram dan kelompok sejenisnya. Sebuah serbuan mendadak oleh militan pada pekan sebelumnya bahkan berhasil merenggut nyawa seorang komandan angkatan darat.

Organisasi HAM Amnesty International menilai serangan mematikan di area publik tersebut adalah tindakan yang sembrono. Mereka mendesak pemerintah Nigeria untuk segera menggelar investigasi independen dan meminta pertanggungjawaban para pelaku.

"Peluncuran serangan udara sama sekali bukan metode penegakan hukum yang sah menurut standar mana pun," tegas perwakilan Amnesty International, dilansir Al Jazeera.

Pasukan Nigeria memang tercatat beberapa kali melakukan kesalahan fatal yang sama saat menggempur kelompok pemberontak. Sebelumnya, pengeboman militer pernah meluluhlantakkan desa, kamp pengungsian, hingga pasar lokal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More