Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenya Ampuni Warganya yang Ikut Perang Rusia-Ukraina
ilustrasi bendera Kenya (unsplash.com/aboodi_vm)
  • Pemerintah Kenya memberikan pengampunan bagi warganya yang ikut perang Rusia-Ukraina secara ilegal agar mereka mau kembali ke tanah air tanpa takut hukuman.
  • Menlu Kenya, Musalia Mudavadi, menyebut 252 warga Kenya telah bergabung dengan militer Rusia, sebagian tertipu tawaran kerja dan kini banyak yang dipulangkan atau masih di garis depan.
  • Kenya menutup ratusan agen kerja luar negeri setelah ribuan warganya direkrut secara ilegal, sementara lebih dari 600 warga lainnya terjebak dalam skema penipuan dan perdagangan manusia di Kamboja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Kenya, Musalia Mudavadi mengumumkan pengampunan bagi warga Kenya yang secara ilegal ikut dalam perang Rusia-Ukraina. Langkah ini agar warga Kenya bersedia kembali ke negara asalnya. 

“Sudah ada tren dari warga Kenya untuk bergabung dalam tentara dalam konflik Rusia-Ukraina. Ini sudah menimbulkan kekhawatiran di negara kami,” terangnya, dikutip dari Business Insider Africa, Selasa (24/3/2026).

Sesuai hukum di Kenya, warga dilarang membela tentara negara lain. Apabila terbukti diterjunkan untuk membela negara lain, maka mereka akan dikenakan hukuman penjara maksimal 10 tahun. 

1. Terdapat 252 warga Kenya yang bergabung dalam militer Rusia

Mudavadi menyebut kemungkinan ada 252 warga Kenya yang secara ilegal diterjunkan ke garis depan di Ukraina. Sejumlah dari mereka ditipu karena awalnya dirayu mendapatkan pekerjaan sipil di Rusia, tapi ternyata diterjunkan ke medan perang. 

Dilansir BBC, ketika tiba di Rusia, warga Kenya tersebut tidak punya pilihan lain selain menandatangani kontrak dengan militer Rusia. Sebanyak puluhan warga sudah dipulangkan dari Rusia. 

“Sejauh ini ada 44 orang yang sudah dipulangkan dengan selamat dan 11 orang dilaporkan hilang atau tewas. Sedangkan 38 orang lainnya sedang dirawat di rumah sakit di Rusia. Sebanyak 160 orang lainnya masih aktif di garis depan,” ungkap Mudavadi.  

2. Rusia setuju hentikan penerjunan warga Kenya di garis depan

Pekan lalu, Mudavadi sudah mengadakan kunjungan ke Moskow untuk bertemu Menlu Rusia, Sergei Lavrov. Keduanya sepakat tidak ada lagi warga negara Kenya yang akan diterjunkan membantu Rusia di Ukraina. 

Pada Februari, intelijen Kenya memperkirakan bahwa sudah ada lebih dari 1.000 warga negara Kenya yang direkrut oleh militer Rusia. Otoritas Kenya juga sudah menutup lebih dari 600 agen pencari kerja ke luar negeri yang diduga sudah menipu warga. 

Tindakan pemerintah Kenya ini datang dari protes keluarga yang direkrut militer Rusia. Mereka datang ke depan gedung parlemen Kenya di Nairobi untuk meminta pemerintah memulangkan keluarganya.

3. Lebih dari 600 warga Kenya terjebak di Kamboja

Pada saat yang sama, diperkirakan terdapat lebih dari 600 warga Kenya yang terjebak di Kamboja. Mereka tertipu oleh lowongan kerja palsu dan ternyata mereka dijebak masuk ke dalam skema penyelundupan manusia. 

Dilansir The Star, warga Kenya tersebut dipekerjakan secara paksa di fasilitas penipuan daring. Mereka diduga sudah menjadi operator penipuan siber yang sudah berkembang secara luas di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team