Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AS Bangun Pangkalan Militer di Kenya Rp1,1 Triliun Lawan Teroris

ilustrasi pesawat tempur AS
ilustrasi pesawat tempur AS (unsplash.com/lumin_osity)
Intinya sih...
  • Ekspansi lapangan terbang penting untuk lawan terorisme.
  • Kenya sudah menjadi sekutu AS non-NATO.
  • AS mengapresiasi kontribusi Kenya di Haiti.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) memulai ekspansi pangkalan militer Manda Bay di Kenya dengan nilai 70 juta dolar AS (Rp1,1 triliun). Langkah ini penting untuk memperkuat kerja sama keamanan dengan Kenya di kawasan Afrika Timur. 

“Kami sudah menunjukkan bahwa siapapun yang menyerang kami bahwa kami dapat mempertahankan diri. Pangkalan ini penting sebagai sebuah komitmen nyata dalam pertahanan bersama AS dan Kenya,” terang Wakil Menteri Luar Negeri AS, Christopher Landau, dikutip dari Business Insider Africa, Sabtu (31/1/2026). 

Kenya selama ini menjadi salah satu sekutu terdekat AS di Afrika. Negara Afrika Timur itu menunda perjanjian perdagangan bebas dengan China untuk memprioritas perjanjian dengan AS. 

1. Ekspansi lapangan terbang penting untuk lawan terorisme

Presiden Kenya, William Ruto. (twitter.com/WilliamsRuto)
Presiden Kenya, William Ruto. (twitter.com/WilliamsRuto)

Presiden Kenya, William Ruto mengatakan bahwa lapangan terbang Manda Bay akan ditingkatkan hingga 10 ribu kaki dan dilengkapi infrastruktur modern. Ekspansi ini mencapai tiga kali lipat panjang dari landasan pacu yang ada saat ini. 

Pada 2024, AS dan Kenya sudah menyetujui desain dan konstruksi ekspansi lapangan terbang Manda Bay. Sebab, landasan pacu saat ini tidak mampu menampung pesawat berbadan besar untuk kepentingan militer dan operasi kemanusiaan. 

Ekspansi pangkalan militer ini akan memperkuat kemampuan AS dan Kenya untuk melawan teroris Al-Shabaab. Washington juga berencana menjadikan Manda Bay sebagai pangkalan strategis di kawasan Tanduk Afrika. 

2. Kenya sudah menjadi sekutu AS non-NATO

ilustrasi bendera Kenya
ilustrasi bendera Kenya (unsplash.com/aboodi_vm)

Komandan Komando Militer AS di Afrika, Jenderal Dagvin Anderson mengungkapkan bahwa pembangunan ini menunjukkan komitmen besar AS di Afrika, terutama Kenya. Negara Afrika Timur itu ditetapkan sebagai sekutu terdekat AS di Afrika. 

“Kenya punya peran besar untuk perdamaian dan keamnana di Afrika Timur dan infrastruktur ini akan memperkuat bagaiman militer kami bersama Kenya melawan ancaman, seperti Al-Shabaab,” terangnya, dikutip dari The Star.

Sejak 2024, Kenya sudah ditetapkan sebagai sekutu AS non-NATO. Status tersebut menunjukkan hubungan baik AS dan Kenya dalam bidang pertahanan dan keamanan. 

3. AS mengapresiasi kontribusi Kenya di Haiti

ilustrasi bendera Haiti.(pixabay.com/David_Peterson)
ilustrasi bendera Haiti.(pixabay.com/David_Peterson)

Pada saat yang sama, Landu mengapresiasi kontribusi keamanan internasional dari Kenya yang didukung oleh PBB. Ia menilai langkah Kenya untuk mengirimkan polisi ke Haiti sangat baik. 

“Kenya tentu saja rekan yang tidak dapat dipisahkan dan juga sudah ikut dalam misi perdamaian di Haiti. Mereka ikut membantu polisi Haiti untuk melawan geng yang berhasil merebut sebagian wilayah negara Karibia tersebut,” ungkapnya, dilansir The Africa Report.

Sejak Juni 2024, Kenya sudah menjadi inisiator pengiriman polisi ke Haiti dalam Multinational Security Support (MSS). Pada Oktober 2025, PBB setuju mengubah MSS menjadi Gang Suppression Force (GSF).

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Disdik Sebut Minat Pendidikan Nonformal di Kota Bekasi Cukup Tinggi

01 Feb 2026, 17:28 WIBNews