Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kep. Falkland ingin Komitmen Inggris ke Wilayahnya
Gereja di Stanley, Kepulauan Falklands. (x.com/AlisonBlakeFCDO)
  • Gubernur Falklands ingin dukungan penuh Inggris terhadap kedaulatan wilayahnya.
  • Argentina berencana mengembalikan Kepulauan Falklands setelah Inggris menyerahkan Kepulauan Chagos kepada Mauritius.
  • Pejabat AS menyayangkan keputusan Inggris karena Diego Garcia penting bagi kepentingan militer AS dan sekutunya di Indo-Pasifik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gubernur Kepulauan Falklands Alison Blake, pada Sabtu (5/10/2024), mengungkapkan harapan agar pemerintah Inggris mendukung penuh keinginan rakyat di wilayahnya. Ia menyebut sejarah Kepulauan Chagos dan Falklands sangat berbeda. 

Pada Kamis (3/10/2024), Inggris resmi menyerahkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius. Pengumuman ini menandai keberhasilan negosiasi antara Inggris-Mauritius untuk menyudahi perselisihan antara keduanya. 

Pemerintah Mauritius selama ini mengaku dipaksa memberikan Kepulauan Chagos sebagai bagian dari pengakuan kemerdekaannya dari Inggris pada 1968. Hingga kini, Pulau terbesar di Chagos, Diego Garcia sudah digunakan sebagai pangkalan militer Amerika Serikat (AS). 

1. Sebut Inggris akan mendukung kedaulatan Kep. Falklands

Blake mengatakan, Inggris akan terus mendukung kedaulatan wilayah di bawah Area Terluar Inggris, termasuk Kepulauan Falklands. 

"Pemerintah Inggris selama ini sudah mengatakan dengan jelas lewat berbagai proses bahwa mereka tidak akan mendukung apapun yang berisiko merusak kedaulatan Area Terluar Inggris," tuturnya, dilansir Mercopress.

Parlemen Kepulauan Falklands mengungkapkan kembali dukungannya penuh terhadap penentuan keputusan dari rakyat di wilayahnya dalam menentukan hukum dan pemerintahan. 

Pada referendum 2013, warga Kepulauan Falklands sudah memilih status politik wilayahnya sebagai sebuah pemerintahan berdaulat di bawah Area Terluar Inggris. Saat itu, 99,8 persen warga memilih setuju statusnya berada di bawah Inggris. 

2. Argentina akan ikuti langkah Mauritius untuk kembalikan Falklands

Menanggapi pengembalian Kepulauan Chagos, Menteri Luar Negeri Argentina Diana Mondino menyambut baik keputusan Inggris. Ia pun mengaku akan mengikuti langkah yang sama untuk mengembalikan Kepulauan Falklands atau Malvinas. 

"Perseteruan lama antara Inggris dan Mauritius akhirnya terselesaikan dan rakyat Mauritania akhirnya mendapatkan kembali teritori Chagos. Ini adalah langkah penting mengakhiri kolonialisasi Inggris di Afrika," terang Mondino. 

"Argentina akan mengembalikan Malvinas. Ini akan diselesaikan lewat aksi konkret dan bukan sebuah retorika kosong. Malvinas akan selalu menjadi teritori Argentina. Kami akan mengambil kembali kedaulatan di Kepulauan Malvinas," sambungnya. 

Dalam beberapa bulan terakhir, sudah ada perbaikan hubungan Argentina-Inggris terkait sengketa Falklands. Keduanya menyetujui kelanjutan penerbangan dari Brasil ke Falklands atau sebaliknya dan transit sebulan sekali di Cordoba, Argentina. 

3. Partai Republikan AS khawatirkan penyerahan Kepulauan Chagos ke Mauritius

Pejabat senior dari Partai Republikan di Idaho, James Risch menyayangkan keputusan Inggris untuk menyerahkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius. Ia menyebut Pulau Diego Garcis sangat penting bagi kepentingan militer Inggris dan AS. 

"Keputusan ini sama dengan memberikan China kesempatan untuk menekan akuntabilitas insitusi internasional, seperti Pengadilan Hukum Internasional (ICC) untuk mengganggu kepentingan militer AS dan Inggris di Samudra Hindia," ungkapnya, dikutip Politico

"AS dan sekutunya membutuhkan pendekatan dalam waktu lama ketika membuat keputusan yang berdampak besar pada strategi kompetisi dengan China, atau kami semua akan kalah," sambungnya. 

Komite Luar Negeri AS di Texas, Michael McCaul mengungkapkan bahwa pangkalan militer di Diego Garcia penting untuk mengadang China dan mengkoordinir sekutunya di Indo-Pasifik. Ia menambahkan kesepakatan tersebut harus memastikan kepentingan AS di Indo-Pasifik terjaga. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorBrahm

Related Article