Jakarta, IDN Times – Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni menilai keputusan Amerika Serikat (AS) melonggarkan sementara sanksi bahan bakar terhadap Rusia berisiko memberikan legitimasi politik kepada Moskow tanpa menjamin tercapainya perdamaian. Ia menyampaikan kritik tersebut menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Eropa.
Pemerintah AS melonggarkan sanksi untuk mengamankan pasokan awal lebih dari 300 ribu ton metrik diesel bagi pasar domestik dan global. Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak menyebut volume pengiriman itu berpeluang meningkat hingga 3,5 juta ton per bulan sampai akhir tahun, menurut laporan Times of India yang mengutip Reuters.
Kebijakan Presiden AS Donald Trump tersebut bertujuan meredam kenaikan harga energi bagi konsumen dalam negeri menjelang pemilihan paruh waktu yang menentukan kendali Kongres. Melalui platform Truth Social, Trump membela keputusannya sekaligus mendesak kedua pihak menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi.
