Jakarta, IDN Times - Tiongkok mengejek Amerika Serikat (AS) yang dalam beberapa hari terakhir memperluas dukungan komunitas internasional untuk melawan Beijing. Otoritas Tirai Bambu menyebut, Washington sedang sakit karena terus memperdebatkan urusan dalam negeri Tiongkok, mulai dari hak asasi manusia, peningkatan anggaran militer, hingga ekspor teknologi.
Sejak pekan lalu, Presiden AS Joe Biden melawat ke Eropa untuk menghadiri pertemuan G7 dan NATO. Komunike yang dihasilkan pasca-pertemuan tersebut menyudutkan Tiongkok yang disebut sebagai tantangan sistematik atas perdamaian dan keamanan global.
“Amerika memang sakit, sangat sakit. G7 sebaiknya periksa denyut nadi kemudian menebus resep,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, mewakili tanggapan paling tajam dan paling mengejek atas pernyataan rekan-rekan Biden, dikutip dari The Straits Times.
