“Ya, saya pikir, saya akan melakukannya (mencopot Suriah dari daftar negara sponsor teroris AS). Dia (Ahmed Al-Sharaa) menghormati semua orang, termasuk saya,” ujar Trump dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, pada Rabu (8/7/2026), seperti dikutip The New Arab.
Trump Mau Copot Suriah dari Daftar Sponsor Teroris Amerika Serikat

- Donald Trump berencana mencopot Suriah dari daftar negara sponsor teroris AS karena Presiden Ahmed Al-Sharaa menunjukkan niat bekerja sama memberantas terorisme global.
- Suriah sebelumnya ditetapkan sebagai sponsor teroris sejak 1979 di era Bashar Al-Assad yang mendukung kelompok teroris, namun berubah haluan setelah Al-Sharaa naik menjadi presiden pada 2025.
- Niat Al-Sharaa memerangi terorisme membuat hubungan Suriah dan AS semakin dekat, dan jika pencopotan berhasil, sanksi ekonomi terhadap Suriah akan dihentikan kecuali bagi pendukung rezim Assad.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berencana mencopot Suriah dari daftar negara sponsor teroris yang sudah ditetapkan oleh negaranya. Sebab, kata Trump, Presiden Suriah, Ahmed Al-Sharaa, ingin bekerja sama dengannya untuk membasmi organisasi dan kelompok teroris yang ada di seluruh dunia, termasuk di Suriah.
1. AS sudah menetapkan Suriah sebagai sponsor teroris sejak 1979

AS sendiri sudah menetapkan Suriah sebagai negara sponsor teroris sejak 1979. Hal ini karena eks Presiden Suriah, Bashar Al-Assad, kerap memberikan dukungan terhadap kelompok dan organisasi teroris selama dirinya menjabat. Dilansir ABC News, selain Suriah, ada tiga negara lainnya yang masuk dalam daftar sponsor teroris AS. Mereka adalah Iran, Korea Utara, dan Kuba.
Selama menjabat sebagai presiden, Assad kerap memerintahkan kelompok teroris untuk melakukan serangan teror di Suriah. Serangan itu dilakukan ke warga sipil atau kelompok yang anti terhadap rezimnya. Tindakan ini terjadi selama bertahun-tahun sampai akhirnya Assad diturunkan dari kursi kepresidenan oleh koalisi yang dipimpin Al-Sharaa pada akhir 2024 lalu.
2. Suriah jadi negara antiteroris sejak Al-Sharaa naik tahta

Saat Al-Sharaa naik tahta menjadi presiden pada awal 2025, Suriah berubah menjadi negara yang antiteroris. Sebab, Al-Sharaa ingin seluruh warga di negaranya bisa hidup aman dan damai tanpa ancaman teror dari pihak mana pun. Ia tidak mau warga sipil tidak berdosa di Suriah diserang atau dibunuh oleh kelompok tidak bertanggung jawab.
Dahulu, Al-Sharaa sebetulnya pernah menjadi salah satu anggota teroris. Ia pernah menjadi komandan di Front Al-Nusra, sayap militer milik organisasi teroris Al-Qaeda. Namun, sejak 2016, Al-Sharaa memutuskan keluar dari Al-Qaeda dan mengakhiri seluruh kontak dengan organisasi tersebut. Sebab, ia ingin mengakhiri masa kelamnya usai menjadi salah satu anggota organisasi teroris selama bertahun-tahun. Selain itu, ia juga ingin membasmi seluruh anggota teroris di seluruh dunia, termasuk di Suriah.
3. Niat Al-Sharaa untuk membasmi teroris membuat Trump dekat dengan Suriah

Niat Al-Sharaa untuk memerangi teroris ini akhirnya disambut baik oleh Trump. Oleh karena itu, sejak Al-Sharaa dan Trump sama-sama menjadi presiden pada awal Januari 2025, keduanya mulai menjalin kedekatan hingga Trump ingin mencopot Suriah dari daftar sponsor teroris.
"Dia (Ahmed Al-Sharaa) telah melakukan pekerjaan yang sangat fantastis sebagai presiden. Dia telah menyatukan negara dalam waktu yang sangat singkat. Dia orang yang kuat dan dihormati oleh semua orang. Kami bangga dengan pekerjaan yang dia lakukan," kata Trump dilansir ABC News.
Jika Suriah benar-benar dicopot dari daftar negara sponsor teroris, maka AS juga akan menghentikan sanksi ekonominya terhadap negara tersebut. Kendati demikian, Trump mengatakan sanksi akan tetap diberlakukan untuk Al-Assad dan orang-orang yang pernah menjadi pendukungnya selama ia menjabat sebagai Presiden Suriah.




















