Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi rudal
ilustrasi rudal (pexels.com/Aseem Borkar)

Intinya sih...

  • Produksi kedirgantaraan IRGC meningkat pascaperang.

  • Seruan Trump muncul di tengah gelombang protes Iran.

  • Iran menolak ancaman dan menyasar pangkalan AS.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pada Rabu (14/1/2026) seluruh unitnya berada pada level kesiapan defensif tertinggi ketika tensi dengan Amerika Serikat (AS) terus meningkat. Pernyataan ini disampaikan saat situasi kawasan memanas dan perhatian internasional tertuju pada langkah militer Teheran.

Dilansir dari Anadolu Agency, Brigadir Jenderal Seyyed Majid Mousavi selaku pemimpin divisi kedirgantaraan IRGC menjelaskan bahwa persediaan rudal Iran kini telah bertambah signifikan. Ia juga menegaskan pasukan kedirgantaraan IRGC tetap siaga penuh dan siap merespons segala bentuk agresi.

1. Produksi kedirgantaraan IRGC meningkat pascaperang

ilustrasi persiapan amunisi militer (pexels.com/Art Guzman)

Mousavi menyebut kemampuan produksi di berbagai sektor divisi kedirgantaraan mengalami lonjakan dibandingkan periode sebelum perang 12 hari melawan Israel pada pertengahan Juni 2025. Peningkatan tersebut terjadi setelah seluruh lini produksi kembali beroperasi normal.

Ia juga menyampaikan bahwa seluruh kerusakan akibat perang Juni telah dipulihkan sepenuhnya sehingga kekuatan tetap terjaga pada level kesiapan tertinggi. Dengan pemulihan itu, capaian produksi pasukan kedirgantaraan Garda kini melampaui kondisi sebelum Juni 2025.

2. Seruan Trump muncul di tengah gelombang protes Iran

Presiden AS Donald Trump berbicara di CPAC Februari 2011. (Mark Taylor from Rockville, USA, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Pernyataan Mousavi disampaikan ketika aksi protes masih berlangsung di sejumlah wilayah Iran, bersamaan dengan sinyal militer yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump kepada Teheran. Situasi tersebut mempertemukan tekanan internal di Iran dengan pesan politik dari Washington.

Trump menulis di media sosial usai berpidato di Michigan dengan pesan, “Kepada semua patriot Iran, teruslah memprotes.” Dalam pernyataan lanjutan, ia mendorong rakyat Iran mengambil alih institusi dan memperingatkan bahwa pihak yang dianggap pembunuh serta penyalahguna akan membayar harga yang sangat besar, serta menegaskan kepada CBS News bahwa AS akan bertindak bila Iran mulai mengeksekusi mati para demonstran, dilansir dari TRT World.

3. Iran menolak ancaman dan menyasar pangkalan AS

ilustrasi bendera iran (pexels.com/aboodi vesakaran)

Pemerintah Teheran langsung menepis peringatan Trump dengan menyebutnya sebagai dalih untuk membuka jalan bagi campur tangan militer asing. Para pejabat Iran menyatakan kesiapan menyerang pangkalan militer AS di kawasan jika Iran menjadi sasaran.

Utusan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Amir Saeid Iravani, melalui surat kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, menuduh Trump sengaja memicu kekerasan domestik sekaligus mengancam intervensi militer. Pejabat keamanan tertinggi Iran Ali Larijani juga menolak ancaman tersebut dengan menyebut Trump sebagai salah satu pembunuh utama warga Iran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team