Jakarta, IDN Times - Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, menolak keras negosiasi perdamaian antara negaranya dengan Israel. Dalam pernyataannya pada Senin (4/5/2026), Berri menegaskan, negosiasi damai dengan Israel tidak boleh berlanjut sebelum mereka menghentikan serangan terhadap Lebanon.
Sikap yang ditunjukkan Berri ini sama dengan Hizbullah. Sebab, ia dikabaran bersekutu dengan milisi tersebut. Hizbullah sendiri sudah sejak lama menolak keras negosiasi perdamaian antara Lebanon dan Israel. Sebab, jika negosiasi dilakukan, itu sama saja Lebanon menyerah terhadap Israel.
Dalam pernyataannya, Berri juga dengan tegas menolak kesepakatan gencatan senjata Lebanon dan Israel. Sebab, kesepakatan itu hanya mengakhiri perang sementara waktu. Terlebih, meski sudah ada gencatan senjata, Israel juga masih menyerang Lebanon secara membabi buta. Oleh karena itu, Berri mendesak Israel untuk mengakhiri perang secara permanen agar negosiasi bisa berlanjut.
