Jakarta, IDN Times - Presiden Kolombia, Gustavo Petro mengumumkan investigasi terkait temuan bom di perbatasan Ekuador. Ia mengatakan akan melayangkan protes diplomatik karena menduga bom yang belum meledak itu berasal dari Ekuador.
“Ini sudah dikonfirmasi bahwa bom di teritori Kolombia berasal dari militer Ekuador. Investigasi masih dilanjutkan dan akan ada protes diplomatik atas temuan bom ini,” terangnya, dikutip dari The Latin Times, Rabu (18/3/2026).
Beberapa bulan terakhir, Kolombia dan Ekuador terlibat ketegangan terkait masalah pengamanan di perbatasan. Alhasil, Ekuador menetapkan tarif 50 persen kepada barang impor asal Kolombia mulai 1 Maret 2026
