Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dituding Terlibat Kartel Narkoba, Presiden Kolombia Tolak Investigasi AS

Dituding Terlibat Kartel Narkoba, Presiden Kolombia Tolak Investigasi AS
Presiden Kolombia, Gustavo Petro. (Fotografía oficial de la Presidencia de Colombia, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Presiden Kolombia Gustavo Petro menolak investigasi AS terkait dugaan hubungan dengan kartel narkoba dan menegaskan dirinya tidak pernah terlibat dalam aktivitas penyelundupan.
  • Petro membantah tuduhan Menteri Keuangan AS yang menyebutnya gagal memberantas narkoba, dengan menegaskan panen koka justru menurun sejak 2022 dibanding pemerintahan sebelumnya.
  • Investigasi AS dilakukan menjelang pilpres Kolombia 2026 dan dinilai dapat memengaruhi dinamika politik serta hubungan bilateral kedua negara di tengah dukungan Petro untuk Ivan Cepeda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Kolombia, Gustavo Petro menolak investigasi dari Amerika Serikat (AS) kepadanya soal dugaan berhubungan dengan kartel narkoba. Ia mengaku tidak pernah berbicara atau terlibat dalam aktivitas tersebut. 

“Tidak pernah dalam hidup saya berbicara dengan kartel narkoba. Sebaliknya, saya mendedikasikan 10 tahun dari seluruh hidup saya dan mempertaruhkan hidup untuk mengecam penyelundup narkoba terkuat dan politikus,” ungkapnya, dilansir The Latin Times, Sabtu (21/3/2026).

Beberapa bulan terakhir, hubungan AS dan Kolombia sempat menegang terkait tuduhan pemberantasan narkoba. Namun, keduanya mulai melunak usai kunjungan Petro ke Washington pada awal Februari. 

1. Sebut investigasi ini akan membuktikan tidak ada keterlibatannya

Presiden Kolombia, Gustavo Petro. (Fotografía oficial de la Presidencia de Colombia, Public domain, via Wikimedia Commons)
Presiden Kolombia, Gustavo Petro. (Fotografía oficial de la Presidencia de Colombia, Public domain, via Wikimedia Commons)

Petro mengungkapkan bahwa investigasi ini akan membantunya untuk membuktikan tidak ada keterlibatannya. Sebaliknya, investigasi ini akan membuktikan sayap kanan yang bersekongkol dengan penyelundup narkoba. 

“Selama kampanye saya, saya sudah menyerukan kepada manajer agar tidak menerima donasi dari bank atau penyelundup narkoba. Dalam kampanye saya tidak ada satu pun peso dari penyelundup narkoba karena ini adalah prinsip sebagai pemimpin politik,” terangnya. 

Sementara itu, belum dipastikan investigasi ini mengenai kemungkinan pertemuan Petro dengan kelompok penyelundup narkoba. Ataupun soal kampanyenya yang dibiayai oleh penyelundup narkoba. 

2. Menkeu AS sebut Petro gagal dalam upaya pemberantasan narkoba

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent. (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Menteri Keuangan (Menkeu) AS, Scott Bessent menyebut bahwa Petro telah gagal dalam upaya memberantas penyelundupan narkoba. Menurutnya, Petro tidak menunjukkan adanya keberhasilan pemberantasan penyelundupan kokain ke AS. 

Menanggapi tuduhan tersebut, Petro membantahnya dan menyebut panen koka masih lebih besar pada masa pemerintahan sebelumnya. Presiden Kolombia itu menyebut, panen koka terus menurun sejak 2022. 

“Apa yang dikatakan oleh Kementerian Keuangan AS adalah sebuah aksi pemaksaan yang biasanya dilakukan oleh rezim otoriter dan represif,” katanya.

3. AS gunakan alat hukum untuk pengaruhi negara lain

ilustrasi bendera Amerika Serikat (commons.wikimedia.org/Noah Wulf)
ilustrasi bendera Amerika Serikat (commons.wikimedia.org/Noah Wulf)

Dilansir The City Paper Bogota, investigasi AS ini dilakukan di tengah penggunaan alat hukum dan yudisial untuk urusan luar negeri. Sejumlah pakar menyebut, aksi ini akan mempengaruhi hubungan bilateral atau mempengaruhi dinamika politik negara sekutu. 

Investigasi kepada Petro ini diberlakukan menjelang penyelenggaraan pemilihan presiden (pilpers) pada 31 Mei 2026. Alhasil, pembukaan investigasi dari AS ini dapat mempengaruhi suara publik di Kolombia. 

Sementara, Petro tidak mencalonkan dalam pilpres mendatang karena tidak diperbolehkan dalam hukum di Kolombia. Namun, ia akan mendukung Ivan Cepeda sebagai calon presiden di negara Amerika Selatan tersebut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More