Kolombia Basmi Ladang Kokain, Gunakan Drone

- Pembasmian ladang Kokain dilakukan setelah Gustavo Petro bertemu Donald Trump
- Operasi pembasmian ladang Kokain sempat dihentikan pada 2015 karena glyphosate berbahaya bagi kesehatan
- Kolombia merupakan produsen Kokain terbesar di dunia, dijalankan oleh berbagai gangster bersenjata
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Kolombia dilaporkan telah melakukan operasi pembasmian ladang Kokain sebagai upaya untuk memberantas narkoba. Operasi pembasmian tersebut dilakukan dengan menyemprotkan bahan kimia beracun bernama glyphosate ke ladang Kokain dengan bantuan drone.
“Kolombia telah meluncurkan pemberantasan tanaman koka menggunakan drone dengan dukungan dari Pemerintah Amerika Serikat,” bunyi pernyataan resmi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Bogota, Kolombia, yang dirilis pada Jumat (13/2/2026), seperti dilansir The Strait Times.
“Teknologi ini bisa mengubah segalanya, mengurangi penanaman koka, meningkatkan keamanan di Kolombia, mengurangi peredaran narkoba berbahaya di Amerika (Serikat), dan menyelamatkan lebih banyak nyawa,” lanjut pernyataan tersebut.
1. Pembasmian ladang Kokain dilakukan setelah Gustavo Petro bertemu Donald Trump

Pembasmian ladang Kokain ini dilakukan setelah Presiden Kolombia, Gustavo Petro, bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada awal Februari 2026 lalu. Dalam pertemuan tersebut, Petro dan Trump membahas kerja sama militer di antara Kolombia dan AS.
Selain itu, Petro dan Trump juga membahas kerja sama pemberantasan narkoba di Kolombia. Saat itu, Trump mengatakan ingin bekerja sama dengan Kolombia untuk membasmi produksi Kokain. Sebab, Trump ingin menghentikan perdagangan Kokain ilegal dari Kolombia ke AS.
“Kesanku tentang pertemuan beberapa jam lalu adalah, pertama dan terutama, pertemuan itu positif,” kata Petro kepada wartawan setelah bertemu Trump di Gedung Putih secara tertutup.
2. Pembasmian ladang Kokain sempat dihentikan pada 2015

Sebelum ini, Kolombia sebetulnya sudah pernah melakukan pembasmian ladang Kokain menggunakan glyphosate. Namun, operasi pembasmian tersebut dihentikan pada 2015. Sebab, glyphosate ternyata berbahaya bagi kesehatan. Ketika terhirup oleh manusia, bahan kimia tersebut bisa menyebabkan kanker.
Namun, pada Desember 2025 lalu, Presiden Kolombia, Gustavo Petro, berjanji akan melanjutkan operasi pembasmian ladang Kokain di negaranya. Ini dilakukan untuk memberantas penggunaan Kokain sekaligus sebagai bentuk dukungan Kolombia terhadap kebijakan antinarkoba Amerika Serikat.
Oleh karena itu, dalam operasi pembasmian kali ini, Kolombia menggunakan bantuan drone untuk menyemprotkan glyphosate ke ladang Kokain secara hati-hati. Ini bertujuan agar bahan kimia tersebut tidak tersebar luas ke pemukiman masyarakat sehingga dapat menimbulkan bahaya.
3. Kolombia merupakan produsen Kokain terbesar di dunia

Sebagai informasi, Kolombia memang merupakan produsen narkoba jenis Kokain terbesar di dunia. Roda produksi dan perdagangan Kokain di negara itu dijalankan oleh berbagai gangster bersenjata.
Beberapa di antaranya, seperti Gulf Clan, National Liberation Army (ELN), dan Revolutionary Armed Forces of Colombia (Farc). Kelompok-kelompok ini terkenal sangat berbahaya dan tidak tersentuh oleh hukum.
Sejak menjabat sebagai Presiden Kolombia pada 2022, Gustavo Petro berjanji akan memberantas kelompok-kelompok tersebut dengan cara damai. Ia ingin mengedepankan dialog agar semua gangster di negaranya mau berhenti memproduksi narkoba.
Namun, upaya itu rupanya tidak berhasil. Sebab, cara damai ternyata tidak mampu membuat gangster di Kolombia jera dan berhenti memproduksi Kokain. Oleh karena itu, Petro berjanji akan memerangi mereka agar Kolombia bisa benar-benar bebas dari narkoba.


















