Kombinasi cuplikan video yang diambil dari gambar buatan pengguna (UGC) yang diunggah di media sosial pada 28 Februari 2026, dan diverifikasi oleh tim AFPTV di Paris, menunjukkan adanya ledakan yang dilaporkan di Tehran. (VARIOUS SOURCES/AFP)
• Pada Sabtu dini hari, Amerika Serikat bersama Israel melakukan gelombang serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran.
• Menanggapi hal itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah menembakkan rudal ke fasilitas militer AS di kawasan Teluk.
• Suara ledakan terdengar di Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Otoritas setempat melaporkan satu korban jiwa di UEA akibat pecahan rudal Iran.
• Ibu kota Iran, Teheran, turut diguncang ledakan. Warga menyaksikan asap membubung dari area yang mencakup kompleks kepresidenan.
• Iran juga meluncurkan beberapa gelombang rudal ke wilayah Israel. Ledakan terdengar di langit Yerusalem, sementara militer Israel menyatakan sistem pertahanan udaranya berupaya mencegat serangan tersebut.
• Pejabat Israel meyakini sejumlah figur penting Iran menjadi target, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta Presiden Masoud Pezeshkian.
• Laporan menyebut Khamenei diduga tidak berada di Teheran dan telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, sementara media Iran menyatakan Pezeshkian dalam kondisi selamat.
• Presiden AS Donald Trump menegaskan operasi militer yang disebutnya berskala besar itu bertujuan melemahkan kekuatan Iran, menghentikan program nuklirnya, dan mendorong perubahan pemerintahan.
• Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk menyingkirkan apa yang ia sebut sebagai ancaman terhadap kelangsungan negaranya.
• Iran merespons dengan melancarkan serangan balasan ke berbagai wilayah di Israel.. Selain itu, Iran juga pangkalan AS di beberapa negara Teluk Arab.
• Sejumlah negara seperti Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Arab Saudi, dan Yordania dilaporkan membunyikan sirine darurat.
• Warga Iran menggelar aksi protes terhadap serangan Israel-AS ke negaranya, serta menyatakan dukungan terhadap pemerintahannya yang melancarkan serangan balasan.
• Sementara itu, perundingan antara Washington dan Teheran terkait isu nuklir berakhir tanpa kesepakatan pada Jumat, meski masih ada kemungkinan dialog lanjutan pekan depan. Trump sebelumnya menyampaikan ketidakpuasannya terhadap perkembangan pembicaraan tersebut.