Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bendera Australia sedang berkibar.
potret bendera Australia (pexels.com/Hugo Heimendinger)

Intinya sih...

  • Australia meminta warganya untuk segera meninggalkan Iran.

  • Australia tak akan bertanggung jawab jika warganya tak patuhi perintah, kedutaan besar ditutup sementara.

  • Protes di Iran disebabkan kondisi ekonomi yang makin kacau, menewaskan 38 orang dan sudah menyebar ke 111 kota.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Australia dilaporkan telah meminta seluruh warganya untuk segera meninggalkan Iran. Hal ini karena situasi di negara tersebut sedang tak aman karena konflik dalam negeri yang semakin panas.

"Jangan bepergian ke Iran. Jika Anda berada di Iran, Anda harus segera pergi. Protes kekerasan yang sedang berlangsung di seluruh negeri dapat meningkat lebih lanjut tanpa peringatan. Warga Australia, termasuk warga negara ganda, berisiko tinggi ditahan," bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Australia yang dirilis pada Rabu (7/1/2026), seperti dilansir SBS News.

1. Australia tak akan tanggung jawab jika warganya tak patuhi perintah

potret bendera Australia (pexels.com/Josh Withers)

Australia sudah memberi ultimatum kepada warganya jika tak segera mematuhi perintah untuk meninggalkan Iran. Pemerintah mengatakan tak akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu kepada mereka yang masih berada di sana.

"Situasi keamanan sedang tak stabil. Jika Anda tetap berada di Iran meskipun telah mendapat saran dari kami, Anda bertanggung jawab atas keselamatan Anda sendiri," tambah pernyataan Kemlu Australia dilansir Anadolu Agency.

Australia juga meminta warganya untuk mematuhi perintah otoritas setempat dan menghindari berbagai kegiatan di Iran selama konflik berlangsung. Beberapa di antaranya, seperti mengadakan pertemuan besar, demonstrasi, dan protes. Ini bertujuan agar warga Australia di Iran tetap aman.

2. Kedutaan besar Australia di Iran ditutup sementara

ilustrasi kedutaan besar Australia (pexels.com/Виктор Соломоник)

Pemerintah Australia tak bisa berbuat banyak untuk mengamankan warganya di Iran. Sebab, kedutaan besar mereka di Iran sedang ditutup sementara. Oleh karena itu, bantuan konsuler untuk warga tak bisa disalurkan. 

"Operasi kedutaan Australia ditangguhkan. Kemampuan kami untuk memberikan bantuan konsuler di Iran sangat terbatas," kata Kemlu Australia dalam sebuah pernyataan dilansir SBS News.

Penutupan kedutaan di Iran sudah dilakukan Australia sejak Agustus 2025 lalu. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk protes karena Iran saat itu diduga menyerang komunitas Yahudi di Melbourne dan Sydney. 

3. Protes di Iran disebabkan kondisi ekonomi yang makin kacau

ilustrasi protes di Iran (pexels.com/Kelly)

Konflik dalam negeri di Iran saat ini memang sedang memanas. Konflik ini disebabkan protes besar-besaran yang dilakukan warga imbas kondisi ekonomi yang makin carut marut. 

Harga bahan pokok naik dan inflasi yang mencapai 42,5 persen jadi hal utama yang memantik protes. Oleh karena itu, warga Iran turun ke jalan untuk melakukan aksi demonstrasi menuntut pemerintah segera memperbaiki keadaan.

Menurut laporan Human Rights Activists News Agency, konflik di Iran kini sudah menewaskan 38 orang. Hingga saat ini, aksi protes di Iran masih berlanjut dan sudah menyebar ke 111 kota. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team