Jakarta, IDN Times - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah militer AS menyita kapal kontainer berbendera Iran di sekitar Teluk pada Senin (20/4/2026) dini hari. Insiden ini terjadi hanya beberapa jam sebelum Washington dijadwalkan mengirim delegasi ke Pakistan untuk melanjutkan perundingan damai.
Kapal bernama Touska itu menjadi target pertama kapal non-militer Iran yang diserang dan direbut sejak AS memberlakukan blokade laut terhadap Iran sepekan terakhir. Langkah tersebut memperburuk situasi yang sebelumnya sempat mereda lewat gencatan senjata.
Amerika Serikat menyatakan kapal tersebut melanggar blokade karena tetap berusaha melintas di Selat Hormuz meski telah diperingatkan. Sementara itu, Iran mengecam tindakan tersebut sebagai pembajakan dan mengancam akan melakukan pembalasan.
Tak lama setelah insiden, Teheran juga menyatakan tidak akan mengirim delegasi ke Islamabad untuk perundingan lanjutan. Kondisi ini menambah ketidakpastian terhadap upaya diplomasi yang sudah berjalan alot sejak awal konflik.
