Jakarta, IDN Times - Pemerintah Kuba mengumumkan bahwa 32 warga negaranya tewas dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela pada Sabtu. Insiden berdarah ini terjadi bersamaan dengan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan khusus AS di Caracas.
Pada Minggu (4/1/2026), Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengonfirmasi para korban adalah anggota angkatan bersenjata dan kementerian dalam negeri yang sedang menjalankan misi resmi. Sebagai bentuk penghormatan, Havana menetapkan dua hari berkabung nasional bagi mereka yang gugur dalam pertempuran tersebut.
