Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kuba Sebut Tentaranya Siap Hadapi Ancaman Agresi Militer AS
suasana di Havana, Kuba (unsplash.com/alexanderkunze)
  • Wakil Menteri Luar Negeri Kuba menegaskan tentara negaranya siap menghadapi potensi agresi militer dari AS, sambil menolak negosiasi terkait perubahan sistem politik.
  • Blokade ekonomi AS memperparah krisis energi di Kuba, memengaruhi layanan publik dan industri penting, sementara pemerintah berharap tekanan tersebut segera berakhir.
  • Pemerintah AS membatasi pengiriman minyak Rusia ke Kuba untuk mencegah dukungan energi bagi Havana, kebijakan ini juga berdampak pada Iran dan Korea Utara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Luar Negeri Kuba, Carlos Fernandez de Cossio, pada Minggu (22/3/2026), mengatakan bahwa tentara Kuba siap menghadapi segala kemungkinan. Termasuk ancaman serangan darat dari Amerika Serikat (AS). 

“Tentara kami akan selalu siap dan faktanya, beberapa hari ini mereka sudah mempersiapkan kemungkinan adanya agresi militer di Kuba,” terang De Cossio, dikutip dari EFE.

Sebelumnya, Kuba menekankan bahwa tidak akan ada perubahan pemerintahan di negaranya. De Cossio menyebut bahwa sistem politik Kuba tidak menjadi subjek dari negosiasi dengan AS. 

1. De Cossio sebut Kuba dalam situasi yang sulit

bendera Kuba (unsplash.com/robincanfield)

De Cossio mengungkapkan, blokade dari AS menyebabkan situasi di Kuba sulit. Sebab, krisis energi telah berimbas pada sejumlah sektor penting, seperti rumah sakit, transportasi publik, pabrik, dan kantor pemerintahan. 

“Ini adalah situasi yang sulit dan kami bertindak aktif sebisa mungkin dalam mengatasi situasi ini. kami berharap bahwa boikot dan blokade ini segera berakhir dan tidak berlangsung selamanya,” tuturnya. 

2. Presiden Kuba sebut negaranya tidak melanggar aturan

Presiden Kuba, Miguel Diaz Canel. (Duma.gov.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel mengatakan bahwa rakyat Kuba sudah siap terhadap ancaman serangan dari AS. Menurutnya, warga Kuba akan mempertahankan negaranya. 

“Kami tidak melanggar. Pertama, kami mengakui memang ada ancaman agresi terhadap Kuba dan kami sudah mempersiapkan rencana untuk meningkatkan keinginan warga membela negaranya,” tuturnya, dikutip dari CNN.

Diaz-Canel menekankan bahwa Kuba memiliki konsep pertahanan bukan agresi ke negara lain. Pernyataan ini disampaikan meskipun sebelumnya Kuba dan AS mengadakan negosiasi tahap awal. 

3. AS akan halangi Rusia kirim minyak ke Kuba

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova)

Mendengar kabar pengiriman minyak dari Rusia ke Kuba, Kementerian Keuangan AS memasukkan Kuba dalam daftar negara yang dibatasi untuk menerima pasokan minyak. Langkah ini untuk mencegah Kuba mendapatkan bantuan minyak dari Rusia. 

Dilansir The Latin Times, sesuai kebijakan ini, AS hanya memperbolehkan penjualan minyak Rusia yang diangkut pada atau sebelum 12 Maret 2026. Aturan ini juga berdampak pada Iran, Korea Utara, dan area dudukan Rusia di Ukraina.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team