Kosta Rika Putuskan Sepihak Hubungan Diplomatik dengan Kuba

- Presiden Kosta Rika Rodrigo Chaves resmi memutus hubungan diplomatik dengan Kuba dan menutup kedutaan besar, meminta diplomat Kuba segera meninggalkan negaranya.
- Kosta Rika mengubah sikap politik terhadap Kuba, tidak lagi mendukungnya di PBB dan ikut dalam inisiatif AS untuk mengisolasi rezim komunis tersebut.
- Pemerintah Kuba menolak keputusan Kosta Rika, menilai langkah itu sebagai tindakan tidak bersahabat yang dipengaruhi tekanan dari Amerika Serikat.
Jakarta, IDN Times - Presiden Kosta Rika, Rodrigo Chaves resmi menutup Kantor Kedutaan Besar di Kuba. Ia juga meminta agar pemerintah Kuba segera menarik diplomat dari negaranya sesegera mungkin.
Dilansir The Tico Times, Kosta Rika dan Kuba baru mengembalikan hubungan diplomatik penuh sejak 2009 usai Revolusi Kuba. Belakangan ini, Kosta Rika juga sudah mendesak warganya untuk meninggalkan Kuba di tengah krisis energi.
Sebelumnya, Presiden Ekuador, Daniel Noboa sudah mengusir Duta Besar Kuba di Quito. Tidak ada alasan jelas soal pengusiran itu, tapi Ekuador di bawah Noboa menjadi salah satu sekutu terdekat Amerika Serikat (AS).
1. Chaves sebut Benua Amerika harus bersih dari komunisme

Chaves mengungkapkan bahwa Kosta Rika tidak lagi mengakui legitimasi dari rezim komunis Kuba. Menurutnya, Benua Amerika harus bersih dari komunisme dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
“Benua Amerika harus dibersihkan dari komunisme. Kami tidak akan mengakui legitimasi dari rezim yang telah menekan dan melakukan penyiksaan kepada hampir 10 juta rakyat Kuba saat ini,” terangnya, dikutip dari Le Monde, Jumat (20/3/2026).
Presiden sayap kanan itu mengungkapkan, langkah ini sama dengan pemutusan hubungan diplomatik. Ia menyatakan, saat ini Kosta Rika tidak lagi berhubungan diplomatik dengan rezim komunis Kuba.
2. Kosta Rika mengubah pandangan politiknya kepada Kuba

Perubahan pandangan politik Kosta Rika nampak setelah tidak memihak untuk pertama kalinya di Majelis Umum PBB. Negara Amerika Tengah itu tidak menolak saat mengecam dalam pemungutan suara embargo AS kepada Kuba.
Sementara itu, Kosta Rika termasuk salah satu negara yang berpartisipasi dalam Shield of the Americas yang digagas Presiden AS, Donald Trump. Pemutusan hubungan diplomatik ini sebagai bagian dari tekanan AS kepada negara di Amerika untuk mengisolasi Kuba.
3. Kuba tolak pemutusan relasi dengan Kosta Rika

Mendengar kabar ini, Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel menolak keputusan Kosta Rika. Menurutnya, keputusan sepihak dari San Jose ini dilakukan tanpa adanya alasan yang jelas.
“Ini adalah sebuah tindakan tidak bersahabat yang membuktikan adanya tekanan dari pemerintah AS sebagai bagian dari ofensif baru untuk membuat negara-negara lain memutus hubungan dengan Kuba,” ungkap Diaz-Canel, dilansir UPI.
Kementerian Luar Negeri Kuba mengecam aksi Kosta Rika ini. Havana bahkan menyebut bahwa San Jose menunjukkan keinginan besar untuk mengabdi kepada Washington.


















