Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kuba Tuding AS Sengaja Lakukan Genosida
suasana di Havana, Kuba (unsplash.com/alexanderkunze)
  • Menlu Kuba Bruno Rodriguez menuduh Amerika Serikat melakukan genosida melalui blokade energi yang menyebabkan krisis listrik parah di negaranya.
  • Rodriguez menyebut kebijakan AS meningkatkan angka kematian anak dan menurunkan harapan hidup penderita kanker, serta memperingatkan potensi intervensi militer.
  • Ia juga mengkritik Uni Eropa karena dinilai kurang independen terhadap AS, meski tetap menghargai bantuan kemanusiaan dan ingin menjaga hubungan saling hormat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Kuba, Bruno Rodriguez Parilla mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) sudah melakukan genosida di negaranya. Namun, ia memastikan Havana mau bernegosiasi dengan Washington. 

“Blokade ini dilandasi motif politik dan kecurangan untuk mengelabui warga Amerika dan warga asing dalam mendukung perlawanan militer AS terhadap Kuba untuk mengubah rezim,” terangnya, dilansir EFE, Rabu (27/5/2026). 

Beberapa bulan terakhir, AS sudah memberlakukan blokade energi ke Kuba. Alhasil negara Karibia itu terdampak krisis energi terburuk dan menghadapi sejumlah pemadaman listrik. 

1. Kasus kematian anak di Kuba meningkat

suasana di Havana, Kuba (unsplash.com/dmrschmidt)

Rodriguez menyebut bahwa tindakan AS telah membuat angka kematian anak di negara meningkat. Jumlah angka kematian anak usia 4-9 tahun naik dua kali lipat dan angka harapan hidup anak yang terkena kanker turun dari 85 persen menjadi 65 persen. 

Ia memperingatkan kemungkinan intervensi militer AS di Kuba dalam waktu dekat. Namun, ia mengatakan, ribuan warga Kuba akan mempertahankan negaranya dengan gigih dan pemuda Amerika hanya akan mati tanpa alasan yang jelas.

2. Rodriguez sebut Rubio sudah bohong warga AS

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. (Matt Johnson from Omaha, Nebraska, United States, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)

Rodriguez mengungkapkan, Menlu AS, Marco Rubio adalah pembohong. Ia menuding Rubio sudah membohong warga Amerika dan komunitas internasional mengenai Kuba. 

“Kenapa harus menunggu selama 30 tahun untuk melakukan ini? Kami akan bertanya, apa nilai etisnya? Apa yang menjadi nilai hukum dari tuduhan saat ini? Atau ini adalah bagian dari narasi politik untuk memanipulasi opini publik di AS dalam menjustifikasi agresi ke Kuba,” tuturnya, dilansir Fox News.

3. Kuba sebut Uni Eropa kurang independen untuk hormati AS

Bendera Uni Eropa. (unsplash.com/alexart251)

Sehari sebelumnya, Rodriguez mengkritik Uni Eropa (UE) yang tidak mau mengakui bahwa sanksi dan blokade AS yang menyebabkan krisis di Kuba. Ia mendesak agar Brussels dapat lebih independen terhadap Washington. 

Meskipun demikian, Kuba tetap berterima kasih atas bantuan kemanusiaan dari UE untuk mengatasi krisis energi. Ia juga mendukung kelanjutan hubungan baik dengan UE yang didasarkan pada sikap saling menghormati, kesetaraan, dan resiprokal. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article