Menurut pejabat tersebut, Rusia dan China juga telah memperbarui perangkat elektronik untuk melakukan spionase secara digital di Kuba. Selain itu, pejabat tersebut juga mengatakan bahwa Moskow dan Beijing telah menambah keberadaan agen intelijen mereka di Kuba. Penambahan tersebut sudah dilakukan sejak 2023.
AS Tuduh Rusia-China Perluas Operasi Spionase di Kuba

- Amerika Serikat menuduh Rusia dan China memperluas operasi spionase di Kuba dengan memperbarui perangkat digital serta menambah agen intelijen sejak 2023.
- Penyelidikan intelijen AS menemukan lima situs spionase di Kuba yang digunakan Rusia dan China untuk memantau aktivitas militer AS di wilayah selatan.
- Sebagai respons, AS meningkatkan pengawasan terhadap Kuba melalui patroli drone dan satelit, sementara China membantah tuduhan tersebut dan Rusia belum memberi tanggapan.
Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat menuduh Rusia dan China telah memperluas operasi spionase di Kuba. Sebab, kedua negara tersebut diduga melakukan aktivitas mencurigakan di Kuba. Kabar itu disampaikan oleh seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya berdasarkan hasil penyelidikan otoritas intelijen AS pada Sabtu (23/5/2026).
1. Rusia dan China mencoba memata-matai AS di Kuba

Berdasarkan hasil penyelidikan intelijen AS, Rusia dan China punya lima situs spionase yang tersebar di sejumlah wilayah di Kuba. Dua situs dipegang Rusia, sedangkan tiga situs lainnya dipegang China. Namun, mereka tidak menjelaskan wilayah mana saja di Kuba yang dijadikan situs spionase oleh Rusia dan China.
Pejabat tadi menambahkan, Rusia dan China memperluas operasi militer di Kuba sebetulnya bukan untuk memata-matai mereka, melainkan untuk memata-matai AS. Ia menduga kedua negara itu telah memanfaatkan wilayah Kuba untuk memata-matai aktivitas militer AS di wilayah AS bagian selatan.
2. Kuba juga melakukan spionase ke AS

Selain Rusia dan China, Kuba sendiri juga dikabarkan telah melakukan operasi spionase terhadap AS. Sebab, intelijen AS melaporkan bahwa Kuba belakangan ini sedang meningkatkan operasi mata-mata di sekitar markas militer AS yang ada di Teluk Guantanamo.
Lebih lanjut, intelijen AS juga menyebut bahwa Rusia dan China telah bersekongkol dengan Kuba untuk melakukan spionase ke AS. Jadi, Moskow dan Beijing sering melakukan pertukaran informasi rahasia soal militer AS ke Havana. Namun, tidak dijelaskan apa motif dari aksi tersebut.
3. AS sudah meningkatkan pengawasan terhadap Kuba

Untuk mengatasi aksi spionase ini, AS dikabarkan telah meningkatkan pengawasannya di Kuba. Caranya adalah dengan melakukan patroli drone dan pengintaian melalui satelit yang dimiliki militer AS. Langkah ini dianggap efektif untuk mengetahui gerak-gerik mencurigakan, baik dari Rusia, China, maupun Kuba.
Tuduhan spionase yang dilontarkan oleh AS tadi sebetulnya sudah dibantah oleh Pemerintah China. Negeri Tirai Bambu menyebut tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar dan berpotensi menimbulkan kegaduhan. Namun, pihak Rusia hingga kini belum memberikan respons soal tuduhan spionase yang diberikan AS.


















