Jakarta, IDN Times - Kuba, pada Minggu (8/2/2026), mulai menutup sejumlah hotel dan memindahkan turis ke fasilitas lain di negaranya. Tindakan ini sebagai bagian dari rencana besar antisipasi blokade minyak oleh Amerika Serikat (AS).
“Sebuah rencana pariwisata sudah didesain untuk mengurangi konsumsi energi dan mengelompokkan fasilitas pariwisata di satu kawasan. Selain itu, langkah ini penting untuk mengambil keuntungan saat tingginya musim liburan di Kuba,” kata Deputi Perdana Menteri Kuba, Oscar Perez-Oliva Fraga, dikutip dari CNN.
Sebelumnya, Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel mengumumkan rencana besar dalam mengatasi krisis bahan bakar minyak (BBM) akut. Sebab, Kuba belum menerima pasokan BBM impor sejak Desember 2025.
