Hindari Tarif AS, Meksiko Mau Diam-diam Jual Minyak ke Kuba

- Meksiko mengecam ancaman tarif Donald Trump untuk negara pengekspor minyak ke Kuba
- Meksiko sudah berbicara dengan AS soal tarif Trump
- Kuba bergantung kepada produk minyak luar negeri
Jakarta, IDN Times - Meksiko saat ini sedang mencari cara untuk menjual minyak ke Kuba secara diam-diam. Sebab, Kuba butuh banyak pasokan minyak dari Meksiko untuk memenuhi kebutuhan dasar dalam negeri, terutama kebutuhan listrik dan transportasi.
Menurut keterangan sumber anonim Pemerintah Meksiko pada Kamis (5/2/2026), penjualan minyak secara diam-diam ini dilakukan untuk menghindari tarif dagang dari Amerika Serikat. Sebab, beberapa waktu lalu, Presiden Donald Trump mengancam akan memberikan tarif dagang tinggi kepada negara mana pun yang menjual minyaknya ke Kuba.
Table of Content
1. Meksiko mengecam ancaman tarif Donald Trump untuk negara pengekspor minyak ke Kuba

Meski mendapat ancaman tarif dari Donald Trump, Pemerintah Meksiko rupanya tidak gentar. Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, berjanji akan tetap menjual minyaknya ke Kuba untuk membantu mereka memenuhi permintaan dalam negeri.
Apalagi, perusahaan minyak milik Meksiko, Pemex, masih punya kontrak jangka panjang untuk menjadi pemasok minyak ke Kuba. Sebab, perusahaan tersebut sudah menjadi pemasok utama minyak ke negara itu sejak lama.
“Bantuan kemanusiaan akan terus berlanjut, seperti halnya ke negara-negara lain. Meksiko selalu menunjukkan solidaritas dengan seluruh dunia. Itu adalah keputusan (yang menunjukkan) kedaulatan,” kata Sheinbaum dilansir The Guardian.
2. Meksiko sudah berbicara dengan berbicara dengan AS soal tarif Trump

Para pejabat tinggi Meksiko sebetulnya sudah berbicara langsung dengan pejabat Amerika Serikat soal tarif tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui detail tarif yang bakal diberikan Donald Trump kepada negara pengekspor minyak ke Kuba, termasuk Meksiko.
Namun, hingga saat ini, belum ada respons detail dari Negeri Paman Sam. Kementerian Luar Negeri Meksiko saat ini juga masih menunggu info lebih lanjut dari para kolega di AS soal tarif tersebut.
"Pembicaraan berlangsung hampir setiap hari. Meksiko tidak ingin tarif diberlakukan, tetapi mereka juga teguh pada kebijakan mereka untuk membantu rakyat Kuba," ujar sumber tersebut, seperti dilansir The Strait Times.
3. Kuba bergantung kepada produk minyak luar negeri

Kuba memang bergantung kepada produk minyak luar negeri untuk memenuhi dua per tiga kebutuhan energi nasional. Hal ini terjadi karena produksi minyak mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Salah satu negara yang jadi andalan Kuba untuk memperoleh minyak adalah Meksiko. Meksiko menyuplai sekitar 20 ribu barel minyak ke Kuba setiap harinya. Selain Meksiko, Kuba juga sering mengimpor minyak dari Venezuela.
Namun, sejak Venezuela mengalami krisis politik usai Presiden Nicolas Maduro ditangkap Amerika Serikat, suplai minyak ke Kuba jadi terganggu. Situasi itu lantas dimanfaatkan oleh Donald Trump untuk menyetop suplai minyak dari Venezuela ke Kuba. Sebab, jika suplai minyak terganggu, ekonomi Kuba akan hancur sehingga Trump bisa dengan mudah menguasai negara tersebut.
“Kuba akan segera bangkrut. Mereka mendapatkan uang dari Venezuela. Mereka mendapatkan minyak dari Venezuela. (Namun, sekarang), mereka tidak akan mendapatkannya lagi,” ujar Trump pada 27 Januari 2026 lalu.














