Kuba Umumkan Rencana Besar Atasi Krisis BBM imbas Blokade AS

- Kuba belum menerima pasokan BBM sejak Desember
- Kuba mengakui sebagian produksi energinya lumpuh
- PBB sebut Kuba akan kolaps tanpa pasokan BBM
Jakarta, IDN Times - Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, mengungkapkan rencana besar dalam mengatasi krisis bahan bakar minyak (BBM) lewat siaran televisi. Rencana ini untuk menghadapi tekanan besar imbas blokade Amerika Serikat (AS).
“Kita akan menghadapi masa-masa sulit dalam beberapa hari ke depan. Ini, terutama sangat sulit bagi kita semua,” terangnya, dikutip dari EFE, Jumat (6/2/2026).
Sejak awal 2026, AS sudah menghentikan pasokan minyak ke Kuba menyusul penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Pekan lalu, Presiden AS, Donald Trump sudah menetapkan tarif kepada negara yang mengekspor minyak ke Kuba.
1. Kuba belum menerima pasokan BBM sejak Desember

Diaz-Canel mengatakan bahwa Kuba belum menerima suplai BBM dari luar negeri sejak Desember 2025. Tersendatnya pasokan BBM di negara Karibia itu disebabkan oleh tekanan dari AS dalam sebulan terakhir.
“Ini sangat layak mendapat kecaman bahwa sebuah kekuatan besar melakukan tindakan agresif dan kebijakan kriminal kepada sebuah negara kecil. Blokade BBM ini akan memberikan konsekuensi besar di Kuba,” katanya.
Ia mengungkapkan agar semua warga Kuba dapat bertahan dan tidak menyerah dalam kondisi sulit. Presiden Kuba itu menekankan, blokade energi ini akan berdampak pada berbagai sektor, seperti transportasi, pariwisata, pendidikan, dan lainnya.
2. Kuba mengakui sebagian produksi energinya lumpuh

Pada saat yang sama, Presiden Kuba itu mengakui bahwa sebagian produksi energi di negaranya lumpuh karena krisis BBM. Ia menjelaskan bahwa Kuba tidak bisa hanya menggantungkan pada distribusi generator listrik di negaranya.
Pada jam sibuk penggunaan listrik, Kuba terdampak mati listrik dan bahkan 60 persen listrik di negara kepulauan itu padam. Perusahaan listrik negara, Union Electrica (UNE) mengungkapkan, pemadaman disebabkan oleh masalah di jaringan listrik bagian timur. Beberapa wilayah paling terdampak serangan adalah Provinsi Granma, Santiago de Cuba, dan Guantanamo. Akibatnya, sekitar 3,4 juta warga Kuba tidak terlayani listrik pada Kamis.
3. PBB sebut Kuba akan kolaps tanpa pasokan BBM

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres memperingatkan bahwa Kuba akan kolaps jika AS memblokade pengiriman minyak. Menurutnya, situasi kemanusiaan di Kuba semakin memburuk imbas kelangkaan BBM.
Dilansir The Latin Times, Guterres mendesak AS dan Kuba untuk segera berdialog dan menghormati hukum internasional. Tensi kedua negara semakin memanas setelah Kuba diperkirakan hanya memiliki cadangan minyak selama kurang dari sebulan.


















