Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lebanon Tuduh IRGC Pimpin Operasi Hizbullah di Wilayahnya
potret bendera Lebanon (pexels.com/Jo Kassis)
  • Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, menuduh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memimpin operasi Hizbullah di Lebanon dengan menyusup secara ilegal dan mengatur aksi militer terhadap Israel.
  • Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel menyeret Lebanon sejak awal Maret 2026 karena keterlibatan Hizbullah dalam membantu Iran melakukan serangan balasan.
  • Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon untuk menargetkan Hizbullah, menyebabkan lebih dari 1.000 korban jiwa dan jutaan warga terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Lebanon menuduh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah memimpin operasi milisi Hizbullah di wilayahnya. Sebab, salah satu anggota IRGC diduga telah menyusup ke Lebanon untuk mengontrol semua aktivitas Hizbullah, termasuk untuk membantu Iran menyerang Israel.

“Itu adalah (Korps) Garda Revolusi (Iran), yang hadir dan, sayangnya, mengelola operasi militer di Lebanon. Orang-orang ini (anggota IRGC) telah memalsukan paspor dan memasuki negara ini secara ilegal,” kata Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, saat diwawancara oleh media Lebanon, Al Hadath, pada Minggu (22/3/2026), seperti dikutip The Strait Times.

1. Salam menyebut IRGC jadi dalang serangan Israel ke Lebanon

potret Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam (commons.wikimedia.org/Ali.chawki.akil)

Dalam pernyataannya, Salam juga menyebut IRGC menjadi dalang utama serangan Israel ke Lebanon. Menurutnya, ini terjadi karena IRGC telah menghasut Hizbullah untuk menyerang Israel. “Dinyatakan bahwa perang ini sebagai pembalasan atas pembunuhan Khamenei. Jadi, berarti, perang ini dipaksakan kepada kami,” lanjut Salam.

Salam menilai tindakan tersebutlah yang memicu serangan Israel ke Lebanon seperti yang terjadi belakangan ini. Oleh karena itu, Salam sebagai PM Lebanon menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap IRGC dan Hizbullah agar mereka tidak menjerumuskan Lebanon ke dalam peperangan. 

2. Lebanon terseret perang antara Iran dengan AS dan Israel sejak awal Maret lalu

ilustrasi perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Lebanon sendiri terseret perang di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sejak awal Maret 2026. Mereka terseret perang karena Hizbullah ikut membantu Iran untuk melakukan serangan balasan ke AS dan Israel. Inilah yang membuat Israel geram dan melakukan agresi militer ke Lebanon. 

Sebetulnya, serangan Israel ke Lebanon murni ditujukan ke Hizbullah. Sayangnya, serangan-serangan Israel justru juga berdampak buruk bagi warga Lebanon. Sebab, serangan Israel rupanya kerap menyasar warga Lebanon sehingga korban tewas terus berjatuhan. Selain itu, serangan Israel juga kerap mengenai fasilitas publik yang ada di negara tersebut.

3. Israel masih menyerang Lebanon hingga kini

potret bendera Israel (unsplash.com/Marek Studzinski)

Hingga saat ini, Israel masih menyerang Lebanon untuk menyasar Hizbullah. Bahkan, Israel menegaskan akan melanjutkan serangan ke Lebanon untuk membasmi kelompok milisi tersebut. 

Namun, Hizbullah tidak mau tinggal diam. Mereka juga terus melakukan serangan balasan terhadap Israel. Serangan terbaru Hizbullah ke Israel terjadi pada Minggu. Saat itu, Hizbullah menyerang sebuah wilayah di Israel utara hingga menewaskan satu orang. 

Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon sudah menewaskan lebih dari 1.000 orang. Sementara itu, jutaan warga Lebanon lainnya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari perang yang sedang berlangsung. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team