Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Israel Hancurkan Jembatan Stategis di Lebanon Selatan

Israel Hancurkan Jembatan Stategis di Lebanon Selatan
operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024 ( / IDF Spokesperson's Unit)
Intinya Sih
  • Militer Israel menghancurkan Jembatan Qasmiyeh di Lebanon selatan, yang dianggap digunakan Hizbullah untuk memindahkan personel dan senjata, memicu kekhawatiran isolasi wilayah serta dampak kemanusiaan besar.
  • Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan potensi awal invasi darat, menilai tindakan Israel sebagai penghancuran sistematis terhadap infrastruktur sipil.
  • Human Rights Watch menyebut serangan Israel dapat dikategorikan kejahatan perang, sementara Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan 1.029 korban tewas dan lebih dari satu juta warga mengungsi sejak awal Maret.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Militer Israel, pada Minggu (22/3/2026), mengumumkan telah menghancurkan Jembatan Qasmiyeh, yang membentang di Sungai Litani, Lebanon selatan. Mereka mengklaim jembatan tersebut digunakan kelompok Hizbullah untuk membawa personel dan senjatanya dari wilayah utara ke selatan.

Jembatan Qasmiyeh merupakan salah satu penyeberangan paling strategis di Lebanon selatan, yang menghubungkan wilayah utara Sungai Litani, termasuk Sidon, dengan wilayah selatan menuju Tyre dan Naqoura. Hancurnya infrastrukur tersebut dapat membuat Lebanon selatan terisolasi dan berisiko menimbulkan dampak kemanusiaan yang signifikan, terutama dengan terganggunya jalur evakuasi dan distribusi bantuan.

Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran di Lebanon setelah Hizbullah kembali meluncurkan serangan roket ke Israel pada 2 Maret, menyusul pengeboman yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Selama 10 hari terakhir, militer Israel telah menghancurkan ‌tiga jembatan di Lebanon selatan.

1. Serangan infrastruktur di Lebanon selatan dapat menjadi awal dari invasi darat

bendera Lebanon (unsplash.com/Charbel Karam)
bendera Lebanon (unsplash.com/Charbel Karam)

Presiden Lebanon, Joseph Aoun, mengutuk serangan terhadap jembatan tersebut, menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Lebanon. Ia mengatakan bahwa penghancuran infrastruktur dan fasilitas vital di Lebanon selatan dapat menjadi awal dari invasi darat.

“Langkah-langkah ini mencerminkan kecenderungan berbahaya menuju penghancuran sistematis terhadap infrastruktur, fasilitas sipil, dan kawasan permukiman di desa-desa Lebanon, yang setara dengan kebijakan hukuman kolektif terhadap warga sipil—sesuatu yang tidak dapat diterima, patut dikecam, dan tidak dapat dibenarkan,” kata Aoun, dikutip dari The National.

Serangan tersebut dilakukan setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memerintahkan militer untuk menghancurkan semua jembatan di atas Sungai Litani dan rumah-rumah di wilayah perbatasan. Ia sebelumnya telah memperingatkan bahwa Lebanon akan menghadapi kerusakan infrastruktur dan kehilangan wilayahnya jika persenjataan Hizbullah tidak dilucuti, sebagaimana yang disepakati dalam gencatan senjata pada 2024.

2. Tindakan Israel dapat dianggap sebagai kejahatan perang

dampak serangan Israel di Lebanon
dampak serangan Israel di Lebanon (User Mema435 on en.wikipedia, CC BY-SA 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0>, via Wikimedia Commons)

Ramzi Kaiss, peneliti Lebanon di Human Rights Watch (HRW), mengatakan bahwa penghancuran rumah-rumah di Lebanon selatan secara menyeluruh dapat dianggap sebagai perusakan tanpa pandang bulu, yang merupakan kejahatan perang.

Ia menjelaskan bahwa menurut hukum internasional, pihak-pihak yang bertikai wajib mempertimbangkan dampak serangan terhadap infrastruktur bagi warga sipil, bahkan jika target tersebut digunakan untuk tujuan militer.

“Jika semua jembatan ini diserang, dan wilayah di selatan Sungai Litani menjadi terisolasi dari bagian lain negara, maka dampak terhadap warga sipil akan sangat besar hingga menimbulkan bencana kemanusiaan, karena orang-orang yang masih tinggal di selatan tidak akan dapat mengakses makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya,” ujarnya.

3. 1.029 orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon

serangan Israel di Lebanon pada 2024
serangan Israel di Lebanon pada 2024 (Jimmyp84, CC0, via Wikimedia Commons)

Dilansir Al Jazeera, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan empat orang tewas dalam dua serangan di wilayah selatan pada Minggu. Sejauh ini, total korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon telah mencapai 1.029 orang dan lebih dari 1 juta warga mengungsi sejak 2 Maret.

Sebelumnya, seorang warga Israel juga dilaporkan tewas di dalam mobilnya di dekat perbatasan dengan Lebanon. Pihak militer mengatakan kematian tersebut disebabkan oleh serangan dari wilayah Lebanon. Ini menjadi kematian pertama warga sipil Israel yang terkait dengan serangan dari Lebanon dalam perang di Timur Tengah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More