Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menteri Israel Bezalel Smotrich Serukan Aneksasi Lebanon Selatan

Menteri Israel Bezalel Smotrich Serukan Aneksasi Lebanon Selatan
Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich (ויקי4800, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menyerukan aneksasi Lebanon selatan hingga Sungai Litani, di tengah meningkatnya konflik antara Israel dan Hizbullah sejak awal Maret 2026.
  • Militer Israel menghancurkan jembatan-jembatan utama di atas Sungai Litani dan infrastruktur penting lainnya, memutus koneksi Lebanon selatan dengan wilayah lain serta memperparah situasi kemanusiaan.
  • Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan lebih dari 1.000 korban tewas dan 1,2 juta pengungsi akibat serangan Israel, sementara PBB mencatat ribuan anak kini berlindung di tempat penampungan darurat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, mendesak negaranya untuk mencaplok Lebanon selatan di tengah konflik yang semakin intensif di wilayah tersebut. Dalam sebuah wawancara, ia mengatakan bahwa pengeboman terhadap Lebanon harus diakhiri dengan realitas yang sepenuhnya berbeda, yang mencakup perubahan perbatasan Israel.

Israel meningkatkan serangan di Lebanon pada awal Maret setelah kelompok Hizbullah meluncurkan roket ke wilayahnya, menyusul meletusnya perang Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Selain serangan udara, militer Israel juga mengerahkan pasukan daratnya ke wilayah Lebanon sebagai bagian dari invasi darat yang diklaim bertujuan memberantas pejuang Hizbullah.

“Saya tegaskan di sini, di setiap forum dan dalam setiap diskusi juga: Perbatasan baru Israel harus berada di Sungai Litani,” kata Smotrich dalam wawancara dengan radio Israel pada Senin (23/3/2026). Adapun Sungai Litani merupakan jalur air penting yang membentang melintasi Lebanon selatan, sekitar 30 km dari perbatasan dengan Israel.

1. Lebanon andalkan tekanan asing untuk akhiri perang

serangan Israel di Lebanon pada 2024
serangan Israel di Lebanon pada 2024 (Jimmyp84, CC0, via Wikimedia Commons)

Smotrich dikenal kerap melontarkan pernyataan yang melampaui kebijakan resmi Israel. Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sejauh ini belum memberikan komentar terkait pernyataan tersebut. Namun, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sebelumnya telah mengisyaratkan rencana untuk merebut wilayah Lebanon, dengan mengatakan bahwa negara itu berisiko kehilangan wilayahnya jika pemerintah tidak berhasil melucuti persenjataan Hizbullah, seperti yang ditetapkan dalam kesepakatan gencatan senjata pada 2024.

Pernyataan Smotrich mendapat perhatian luas di Lebanon, yang tengah berupaya keluar dari siklus panjang invasi dan pendudukan oleh negara tetangganya. Sejak 1978, Israel telah berulang kali melancarkan serangan ke Lebanon dan sempat menduduki wilayah selatan pada 1982–2000.

Seorang pejabat Lebanon mengatakan bahwa Beirut masih mengandalkan negara-negara asing untuk menekan Israel guna mengakhiri perang, melalui tawaran Presiden Joseph Aoun untuk mengadakan pembicaraan langsung.

.

2. Militer Israel hancurkan jembatan-jembatan di atas Sungai Litani

operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024
operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024 ( / IDF Spokesperson's Unit)

Sepanjang akhir pekan, Israel menyerang jembatan utama yang menghubungkan Lebanon selatan dengan wilayah lain di negara itu. Hal ini terjadi setelah Katz memerintahkan militer untuk menghancurkan semua penyeberangan di atas Sungai Litani dan meningkatkan penghancuran rumah-rumah di dekat perbatasan.

Dilansir dari Asharq Al-Awsat, serangan Israel kembali menghantam dua penyeberangan lainnya di Sungai Litani pada Senin, yaitu sebuah jalan di dekat jembatan utama yang diserang pada Minggu (22/3/2026) dan sebuah jembatan kecil di bagian lain sungai tersebut.

Para pejabat Lebanon telah menyampaikan kekhawatiran mereka bahwa serangan Israel terhadap jembatan-jembatan yang menghubungkan wilayah selatan dengan Beirut dan daerah-daerah lainnya menunjukkan bahwa militer Israel tengah bersiap untuk meningkatkan operasi darat.

“Militer Israel telah menghancurkan infrastruktur di seluruh Lebanon selatan, termasuk stasiun bahan bakar, jembatan, dan pusat kesehatan. Hal ini tampaknya menjadi bagian dari strategi untuk mengosongkan seluruh wilayah selatan dari penduduk," kata Zeina Khodr, jurnalis dari Al Jazeera.

3. Lebih dari 1,2 juta orang mengungsi akibat konflik

ilustrasi pengungsi
ilustrasi pengungsi (pexels.com/Ahmed akacha)

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan Israel di negara tersebut telah menewaskan sedikitnya 1.039 orang, termasuk 118 anak-anak, dan melukai 2.876 lainnya sejak awal Maret.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa konflik ini juga telah mendorong lebih dari 1,2 juta orang mengungsi. Jumlah tersebut setara dengan satu dari lima penduduk Lebanon.

“Lebih dari 130 ribu orang, termasuk sekitar 46 ribu anak-anak, saat ini berlindung di lebih dari 600 tempat penampungan kolektif di seluruh negeri, yang sebagian besar sudah dalam penuh,” kata juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More