Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ledakan Bom di Nigeria, 23 Orang Tewas
ilustrasi serangan bom (unsplash.com/Amico Biswas)
  • Ledakan bom bunuh diri mengguncang Kota Maiduguri, Nigeria, menewaskan 23 orang dan melukai lebih dari seratus lainnya di beberapa lokasi berbeda seperti kantor pos, pasar, dan rumah sakit.
  • Pihak kepolisian menduga serangan dilakukan oleh kelompok Boko Haram dan ISWAP yang telah lama melakukan pemberontakan berdarah di wilayah Borno dan sekitarnya.
  • Amerika Serikat telah mengirim sekitar 100 pasukan ke Nigeria untuk membantu pemerintah menghadapi ancaman terorisme dari Boko Haram dan ISWAP.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Serangan bom bunuh diri dilaporkan terjadi di Kota Maiduguri, Negara Bagian Borno, Nigeria, pada Senin (16/3/2026). Menurut keterangan kepolisian Borno, serangan tersebut menewaskan 23 orang. Sementara itu, 108 orang lainnya mengalami luka-luka.

"Investigasi awal mengungkapkan bahwa insiden tersebut dilakukan oleh tersangka pelaku bom bunuh diri," jelas seorang polisi Negara Bagian Borno yang tidak disebut namanya, seperti dilansir The Strait Times. Namun, polisi itu tidak menjelaskan siapa dalang di balik serangan bom tersebut.

1. Serangan bom terjadi di beberapa lokasi berbeda

ilustrasi bom bunuh diri di Suriah (unsplash.com/Sven Verweij)

Kepolisian Borno menambahkan, serangan bom tersebut terjadi di beberapa wilayah yang ada di Kota Maiduguri. Serangan juga terjadi secara bertahap dan tidak serentak.

Serangan pertama dilaporkan terjadi di sebuah kantor pos yang ada di pusat Kota Maiduguri. Setelah itu, serangan serupa terjadi di sebuah pasar yang berlokasi di dekat kantor pos tadi. 

Serangan selanjutnya terjadi di rumah sakit pendidikan University of Maiduguri dan di beberapa tempat di wilayah Kaleri. Kaleri sendiri merupakan sebuah wilayah yang masih berada di Maiduguri.  

2. Serangan diduga dilakukan oleh Boko Haram dan ISWAP

Boko Haram sedang memotong tangan seorang warga. (commons.wikimedia.org/VOA)

Serangan yang terjadi di Maiduguri pada Senin diduga dilakukan oleh Boko Haram dan Islamic State West African Province (ISWAP). Sebab, dua organisasi teroris tersebut memang sudah sering melakukan pemberontakan di Negara Bagian Borno.

Pada 9 Maret 2026 lalu, misalnya, Boko Haram dan ISWAP melakukan serangan di beberapa wilayah di timur laut Nigeria, yakni Kukawa, Dalwa and Goniri. Menurut keterangan warga, serangan tersebut telah menewaskan 15 orang. Mereka terdiri dari 12 tentara dan 3 warga sipil.

Boko Haram dan ISWAP sendiri sudah melakukan pemberontakan di Nigeria selama 17 tahun. Selama itu, mereka kerap menyerang militer dan warga sipil yang tidak bersalah secara membabi buta hingga menewaskan banyak orang. 

3. AS sudah mengirim pasukan untuk membantu Nigeria melawan Boko Haram dan ISWAP

ilustrasi pasukan militer Amerika Serikat (pexels.com/Art Guzman)

Sebetulnya, Nigeria sudah mendapatkan bantuan dari Amerika Serikat untuk melawan pemberontak yang berasal dari Boko Haram dan ISWAP. Sebab, pada Februari lalu, AS sudah mengirim sekitar 100 pasukan militer ke Nigeria untuk melawan dua organisasi teroris tersebut. 

"Kolaborasi ini akan memberikan akses ke kemampuan teknis khusus yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan Nigeria dalam mencegah ancaman terorisme dan meningkatkan perlindungan komunitas rentan di seluruh negeri," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nigeria, Samaila Uba, dilansir BBC.

Meski begitu, serangan Boko Haram dan ISWAP hingga kini masih sering terjadi di Nigeria, terutama di Negara Bagian Borno. Serangan-serangan tersebut membuat warga Nigeria berada dalam ancaman dan ketakutan setiap harinya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team