Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

50 Orang Tewas akibat Serangan Kelompok Bersenjata di Nigeria

50 Orang Tewas akibat Serangan Kelompok Bersenjata di Nigeria
serangan militan terhadap konvoi tentara Niger di desa siwili, 2019 (aharan_kotogo, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Serangan kelompok bersenjata di desa Tungan Dutse, Zamfara, Nigeria menewaskan sedikitnya 50 orang dan menculik sejumlah perempuan serta anak-anak pada 19–20 Februari 2026.
  • Korban tewas dimakamkan secara massal, sementara warga mengaku peringatan mereka kepada aparat sebelum serangan tidak direspons hingga tragedi terjadi.
  • Situasi keamanan Nigeria memburuk dengan serangan beruntun di wilayah utara dan barat, mendorong pemerintah memperkuat kerja sama militer dengan Amerika Serikat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 50 orang tewas setelah sekelompok pria bersenjata menyerang sebuah desa di negara bagian Zamfara, Nigeria. Beberapa perempuan dan anak-anak juga dilaporkan diculik.

Hamisu A. Faru, anggota parlemen negara bagian, mengatakan serangan terhadap desa Tungan Dutse berlangsung sejak Kamis (19/2/2026) malam hingga Jumat (20/2/2026) pagi. Para pria bersenjata, yang biasa disebut bandit, datang dengan sepeda motor dan membakar bangunan serta menembaki warga yang mencoba melarikan diri.

"Para penyerang menyerbu desa dalam jumlah besar, meninggalkan sedikitnya 50 orang tewas,” kata Faru.

1. Korban tewas dimakamkan secara massal

ilustrasi kota di Nigeria
ilustrasi kota di Nigeria (unsplash.com/Namnso Ukpanah)

Belum diketahui secara pasti jumlah orang yang diculik dalam serangan tersebut. Pejabat setempat masih terus melakukan pendataan terhadap warga yang hilang. Sementara itu, para korban tewas dipersiapkan untuk dimakamkan secara massal pada Sabtu (21/2/2026).

Abdullahi Sani, warga Tungan Dutse, mengatakan tiga anggota keluarganya tewas dalam serangan itu.

“Tidak ada seorang pun yang tidur semalam, kami semua dalam kesedihan,” ujarnya, dikutip dari The Straits Times.

Sani menuturkan bahwa sehari sebelumnya, warga sempat menghubungi aparat keamanan dan pemerintah setempat ketika mereka melihat lebih dari 150 sepeda motor yang membawa pria-pria bersenjata. Namun, peringatan itu tidak dihiraukan.

2. 46 orang tewas dalam serangan di negara bagian Niger pekan lalu

seorang pria memegang bendera Nigeria
seorang pria memegang bendera Nigeria (unsplash.com/Emmanuel Ikwuegbu)

Situasi keamanan di Nigeria masih sangat mengkhawatirkan, terutama di wilayah utara dan barat negara itu. Kawasan ini kerap menghadapi serangan bandit, penculikan, dan pembunuhan, dengan ribuan orang mengungsi dan banyak lainnya berada dalam kondisi rentan.

Baru pekan lalu, sedikitnya 46 orang tewas dalam serangkaian serangan di daerah Borgu, negara bagian Niger. Serangan paling mematikan terjadi di desa Konkoso, di mana sedikitnya 38 warga dilaporkan tewas akibat ditembak atau digorok lehernya.

3. Nigeria tingkatkan kerja sama keamanan dengan AS

pesawat tempur
pesawat tempur (pexels.com/Rafael Minguet Delgado)

Baru-baru ini, Nigeria memperluas kerja sama keamanan dengan Amerika Serikat (AS) setelah Presiden Donald Trump menuduh negara tersebut gagal menghentikan pembunuhan umat Kristen dan mengancam akan intervensi militer.

Pada 25 Desember 2025, AS melancarkan serangan udara di negara bagian Sokoto, yang dilakukan melalui koordinasi dengan pihak berwenang Nigeria. Awal pekan ini, militer Nigeria mengonfirmasi kedatangan 100 tentara AS yang ditugaskan untuk melatih pasukan lokal.

Dilansir Al Jazeera, Samaila Uba, juru bicara Markas Besar Pertahanan Nigeria, mengatakan bahwa pasukan AS tidak akan terlibat langsung dalam pertempuran, melainkan hanya membagikan keahlian teknis di bawah komando Nigeria.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in News

See More