ilustrasi tambang (unsplash.com/Dominik Vanyi)
Tambang batu bara ini beroperasi di bawah naungan perusahaan Shanxi Tongzhou Coal & Coke Group. Area penambangan tergolong besar karena memiliki kapasitas produksi tahunan hingga mencapai 1,2 juta ton.
Rekam jejak perusahaan tersebut ternyata cukup buruk terkait implementasi standar keselamatan operasional bagi penambang. Pada tahun 2024, tambang Liushenyu telah dimasukkan ke dalam daftar nasional tambang rawan bencana.
Administrasi Keselamatan Tambang Nasional China sebelumnya telah memberikan peringatan spesifik terkait tingginya bahaya kandungan gas. Perusahaan pengelola juga dilaporkan baru saja menerima dua sanksi administratif pada 2025 akibat masalah keselamatan.
Insiden ini menjadi bencana pertambangan terburuk di China sejak ledakan tambang Heilongjiang pada 2009 silam. Provinsi Shanxi sendiri merupakan pusat produksi batu bara utama yang menyumbang hampir sepertiga pasokan nasional.