Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ledakan Tambang Batu Bara di Kolombia Tewaskan 9 Pekerja

Ledakan Tambang Batu Bara di Kolombia Tewaskan 9 Pekerja
ilustrasi tambang (unsplash.com/Team Kiesel)
Intinya Sih
  • Sembilan pekerja tewas dan enam luka akibat ledakan di tambang batu bara La Ciscuda, Kolombia, yang diduga dipicu penumpukan gas metana serta debu batu bara tinggi.
  • Otoritas sebelumnya sudah memperingatkan risiko ventilasi buruk sebulan sebelum insiden, namun perbaikan belum dilakukan hingga akhirnya terjadi ledakan mematikan tersebut.
  • Kecelakaan tambang kerap terjadi di Kolombia karena standar keselamatan rendah dan aktivitas ilegal, termasuk tragedi serupa di Sutatausa pada 2023 yang menewaskan 21 pekerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Sembilan pekerja tambang tewas akibat sebuah ledakan dahsyat di Kolombia. Insiden maut ini terjadi di tambang batu bara La Ciscuda pada hari Senin (4/5/2026).

Sebanyak enam pekerja lainnya berhasil diselamatkan dengan kondisi luka-luka. Mereka semua langsung dilarikan ke rumah sakit regional terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

1. Ledakan dipicu penumpukan gas metana

ilustrasi ledakan
ilustrasi ledakan (unsplash.com/Jeff Kingma)

Badan Pertambangan Nasional (ANM) menduga ledakan ini disebabkan oleh penumpukan gas metana di bawah tanah. Konsentrasi debu batu bara yang tinggi juga memperparah kondisi di dalam area penambangan.

Tambang La Ciscuda ini sebenarnya beroperasi secara legal di bawah naungan perusahaan Carbonera Los Pinos. Sebanyak 15 orang pekerja sedang berada di kedalaman tambang saat peristiwa nahas itu terjadi.

Otoritas setempat langsung mengerahkan petugas penyelamat untuk mengevakuasi para korban dari bawah tanah. Pihak perusahaan Carbonera Los Pinos sendiri belum memberikan komentar resmi terkait ledakan ini.

2. Otoritas sudah berikan peringatan sebulan sebelumnya

ilustrasi tambang
ilustrasi tambang (unsplash.com/Dominik Vanyi)

Ledakan tragis ini terjadi hanya beberapa minggu setelah pemerintah mengeluarkan rekomendasi pengendalian risiko keselamatan. ANM sempat melakukan inspeksi langsung ke lokasi tambang tersebut pada 9 April lalu.

Petugas menemukan adanya risiko serius terkait sirkulasi udara di dalam terowongan bawah tanah. Mereka sudah meminta pihak pengelola tambang untuk segera memperbaiki sistem ventilasi demi keselamatan pekerja.

Gubernur Cundinamarca, Jorge Emilio Rey, membagikan foto-foto pengerahan ambulans yang bersiaga di pintu masuk tambang. Sementara itu, Palang Merah Kolombia hadir untuk memberikan dukungan psikologis bagi keluarga para korban.

"Kami sangat menyesalkan tragedi ini dan mengirimkan pesan belasungkawa, solidaritas, serta dukungan kepada keluarga korban," tutur Rey, dilansir Al Jazeera.

3. Kecelakaan tambang sering memakan korban di Kolombia

Bendera Kolombia. (unsplash.com/flaviacarpio)
Bendera Kolombia. (unsplash.com/flaviacarpio)

Insiden di area pertambangan merupakan masalah yang sering terjadi di Kolombia. Sebagian besar kecelakaan dipicu oleh buruknya standar ventilasi udara di dalam terowongan.

Wilayah Sutatausa sendiri telah lama dikenal sebagai pusat pertambangan batu bara utama di negara tersebut. Kota ini terletak sekitar 72 kilometer di sebelah utara ibu kota Bogota.

Ledakan serupa juga pernah mengguncang wilayah Sutatausa pada tahun 2023 lalu. Peristiwa tersebut menewaskan 21 pekerja yang terjebak di dalam terowongan akibat gas metana.

Kondisi keselamatan kerja semakin diperparah dengan maraknya aktivitas penambangan ilegal. Banyak pekerja terpaksa bertaruh nyawa karena beroperasi tanpa perlengkapan keamanan yang memadai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More