Dokumen RTA: AS Suruh Indonesia Buka Akses Tambang dan Lapangan Kerja

- Kesepakatan Tarif Resiprokal antara Indonesia dan AS mewajibkan Indonesia membuka akses investasi bagi perusahaan Amerika di sektor pertambangan, energi, serta infrastruktur pendukungnya.
- Dalam perjanjian itu, Indonesia juga diminta memfasilitasi penciptaan lapangan kerja dan investasi hijau di wilayah Amerika Serikat sebagai bagian dari komitmen timbal balik.
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah siap menawarkan wilayah dengan potensi mineral tinggi seperti nikel dan logam tanah jarang kepada investor AS untuk dieksplorasi.
Jakarta, IDN Times - Kesepakatan tarif resiprokal yang disepakati Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Donald Trump memiliki konsekuensi besar atas akses investasi perusahaan Amerika Serikat di Indonesia. Dalam Artikel 6.1 dokumen Kesepakatan Tarif Resiprokal (RTA), disebutkan dengan jelas beban Indonesia kepada AS terkait investasi.
Artikel 6.1 yang terdiri atas tiga poin, menjelaskan jika Indonesia harus mengizinkan dan memfasilitasi investasi AS dalam pertambangan. Indonesia harus memberikan akses kepada perusahaan AS untuk menambang, mengekstraksi, memroses, distribusi, dan mengekspor mineral kritis serta sumber energi.
Tak cuma itu, Indonesia juga diminta untuk menyediakan sumber tenaga, jaringan telekomunikasi, transportasi, dan layanan infrastruktur, demi membantu investor AS dalam menjalankan operasinya. Sebagai timbal balik, AS siap memfasilitasi pembiayaan atas proyek yang dijalankan di Indonesia, namun dengan ketentuan yang berlaku di sana.
1. Indonesia diminta buka lapangan kerja di AS

Dalam poin di artikel 6.1, terdapat pula poin yang meminta agar Indonesia membuka lapangan pekerjaan di AS. Itu terdapat dalam artikel 6.1 ayat 3.
"Indonesia harus memfasilitasi penciptaan lapangan kerja, investasi lapangan hijau di Amerika Serikat," begitu bunyi artikel 6.1 ayat 3.
2. Kementerian ESDM siap bantu AS

Terkait investasi tambang, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan pihaknya sudah menawarkan sejumlah peluang kepada perusahaan AS yang mau masuk untuk berinvestasi. Bahlil menuturkan, sudah ada sejumlah wilayah yang bakal ditawarkan kepada perusahaan-perusahaan tersebut untuk dieksplorasi nantinya.
"Selanjutnya, terkait wilayah pertambangan, kami akan menawarkan peluang kepada perusahaan-perusahaan yang ingin masuk," ujar Bahlil dalam sesi jumpa pers, Jumat (20/2/2026).
3. Indonesia mau kasih wilayah potensi mineral tinggi
Menurut Bahlil, lokasi-lokasi yang ditawarkan memiliki potensi mineral tinggi. Wilayah kaya dengan kritis seperti nikel, logam tanah jarang, hingga komoditas strategis di Indonesia, akan diberikan aksesnya kepada perusahaan AS dalam kesepakatan ini.
"Pemerintah akan memfasilitasi. Kami juga telah melakukan pemetaan lokasi-lokasi yang memiliki potensi," ujar Bahlil.














.jpg)

