Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bendera Ukraina (unsplash.com/Yehor Milohrodskyi)
Bendera Ukraina (unsplash.com/Yehor Milohrodskyi)

Intinya sih...

  • NABU ungkap kelompok kriminal terorganisir di parlemen Ukraina terkait praktik suap

  • Petugas keamanan Ukraina sempat halangi penyidik NABU saat gerebek parlemen

  • Penggerebekan NABU terjadi di tengah gelombang skandal korupsi besar di Ukraina

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Anti-Korupsi Ukraina (NABU) melakukan penggerebekan di gedung parlemen Verkhovna Rada, pada Sabtu (27/12/2025). Aksi tersebut sempat terhambat setelah petugas keamanan parlemen mencoba membatasi akses para penyidik ke dalam kompleks yang memiliki tingkat pengamanan tinggi itu.

Menurut pernyataan resmi NABU, penggerebekan dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan baru terkait dugaan kasus suap yang melibatkan beberapa anggota parlemen Ukraina. Setelah terjadi kebuntuan singkat, detektif anti-korupsi akhirnya diizinkan memasuki area gedung parlemen untuk melanjutkan proses penyidikan.

1. NABU ungkap kelompok kriminal terorganisir di parlemen Ukraina terkait praktik suap

NABU bersama Kejaksaan Anti-Korupsi Khusus (SAPO) mengungkap keberadaan kelompok kriminal terorganisir yang melibatkan sejumlah anggota parlemen aktif. Temuan ini merupakan hasil dari operasi pengintaian rahasia yang dilakukan oleh kedua lembaga tersebut.

Menurut pernyataan resmi NABU, anggota kelompok tersebut diduga menerima suap secara sistematis untuk memberikan suara secara terkoordinasi dan dapat diprediksi dalam pemungutan suara di Verkhovna Rada, parlemen Ukraina. Sebagai bagian dari penyelidikan, penyidik NABU melakukan penggeledahan di beberapa komite parlemen.

Meski begitu, lembaga tersebut menahan diri untuk tidak merinci lebih jauh terkait jumlah tersangka maupun nominal suap yang terlibat. NABU dan SAPO berjanji akan mengumumkan informasi tambahan setelah proses pemeriksaan awal selesai.

“NABU dan SAPO, melalui operasi rahasia, mengungkap kelompok kriminal terorganisir yang melibatkan anggota parlemen aktif,” menurut pernyataan resmi NABU, dilansir South China Morning Post.

2. Petugas keamanan Ukraina sempat halangi penyidik NABU saat gerebek parlemen

Petugas dari Departemen Perlindungan Negara Ukraina (State Protection Department) sempat memblokir penyidik NABU ketika mereka berusaha memasuki kawasan pemerintahan dari arah European Square. NABU menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum karena dianggap menghalangi pelaksanaan proses penyidikan resmi yang sah.

Menurut penjelasan pihak keamanan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keamanan saksi-saksi yang dibawa NABU, sesuai dengan protokol darurat yang berlaku selama masa hukum militer. Setelah proses verifikasi selesai, seluruh petugas dan saksi diizinkan masuk ke kompleks pemerintahan.

“Pegawai Departemen Keamanan Negara menolak memberikan akses kepada petugas NABU selama proses penyidikan di komite-komite Verkhovna Rada,” menurut pernyataan NABU, dikutip dari Ukrainska Pravda.

3. Penggerebekan NABU terjadi di tengah gelombang skandal korupsi besar di Ukraina

Kasus penggerebekan yang dilakukan NABU di gedung parlemen muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap serangkaian skandal korupsi di negara tersebut. Salah satu kasus terbesar yang sedang diusut adalah skema kickback senilai lebih dari 100 juta dolar AS (Rp1,6 triliun) di sektor energi, yang diduga melibatkan orang dekat Presiden Volodymyr Zelensky. Skandal ini memicu kemarahan publik karena terjadi saat Rusia menyerang jaringan listrik Ukraina, menyebabkan pemadaman listrik selama musim dingin.

Pengungkapan penyelidikan terbaru ini bertepatan dengan keberangkatan Presiden Zelensky ke AS untuk menghadiri pembicaraan perdamaian. Pada saat yang sama, Ukraina menghadapi tekanan dari Uni Eropa agar memperkuat upaya pemberantasan korupsi sebagai syarat penting dalam proses keanggotaan blok tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team