Presiden Venezuela, Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores ( Eneas De Troya from Mexico City, México, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)
Jaksa penuntut AS mendakwa Maduro dengan empat tuduhan berat, termasuk konspirasi narko-terorisme dan penyelundupan kokain. Jika terbukti bersalah, pemimpin berusia 63 tahun itu menghadapi ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.
Istri Maduro, Cilia Flores, yang turut ditangkap dalam serangan tersebut, juga menghadapi dakwaan serupa di pengadilan yang sama. Flores diwakili oleh Mark Donnelly, seorang pengacara asal Texas yang merupakan mantan jaksa federal.
Pemerintah AS menuduh Maduro memimpin kartel narkoba "Cartel of the Suns" dan bekerja sama dengan gerilyawan Kolombia untuk membanjiri AS dengan kokain. Dakwaan ini sebenarnya telah diajukan sejak 2020.
Maduro telah membantah semua tuduhan dan menyatakan dirinya sebagai tahanan perang yang diperlakukan tidak adil. Ia sempat memprotes penangkapannya di tengah ruang sidang.
"Saya tidak bersalah, saya bukan orang jahat, saya orang yang baik. Saya masih presiden negara saya," seru Maduro dalam bahasa Spanyol, dilansir The Guardian.