Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump Ancam Presiden Kolombia usai Penangkapan Maduro

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Shealeah Craighead, Public domain, via Wikimedia Commons)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Shealeah Craighead, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Petro mengecam Trump dan mengajak Amerika Latin bersatu.
  • Penangkapan Maduro memicu klaim kendali AS atas Venezuela.
  • Kuba, Meksiko, dan reaksi internasional atas operasi AS.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman terbuka kepada Presiden Kolombia Gustavo Petro menyusul operasi penculikan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro oleh pasukan Washington. Pernyataan itu disampaikan Trump saat berada di pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu (4/1/2026).

Dalam ucapannya, Trump menggambarkan situasi Kolombia dan Venezuela sebagai kondisi yang sangat buruk. Ia juga menuding pemerintahan di Bogota dipimpin sosok yang gemar memproduksi kokain lalu memasarkannya ke AS.

“Dan dia tak akan melakukannya lagi dalam waktu lama. Biar saya katakan kepada Anda,” ujar Trump saat merujuk Petro, dikutip dari Al Jazeera.

Saat ditanya apakah ia mempertimbangkan operasi militer AS ke Kolombia, Trump menyebut gagasan itu terdengar menarik baginya. Ia menyampaikan jawaban tersebut kepada awak media yang menemuinya di pesawat.

1. Petro mengecam Trump dan mengajak Amerika Latin bersatu

Presiden Kolombia, Gustavo Petro
Presiden Kolombia, Gustavo Petro (National Police of Colombia, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

Pernyataan Trump langsung dibalas kecaman oleh Petro yang meminta presiden AS menghentikan apa yang ia sebut sebagai fitnah. Petro juga menyerukan persatuan negara-negara Amerika Latin agar kawasan tersebut tak lagi diperlakukan seperti pelayan atau budak.

Melalui akun X miliknya, Petro menulis bahwa AS tercatat sebagai negara pertama yang membom ibu kota di Amerika Selatan sepanjang sejarah, meski ia menegaskan balas dendam bukan solusi. Menurut Petro, Amerika Latin perlu membangun persatuan untuk memperkuat perdagangan, pemahaman bersama, dan kerja sama dengan dunia internasional.

Selain itu, Petro melontarkan kritik keras terhadap langkah Washington yang dinilainya sebagai serangan langsung terhadap kedaulatan seluruh kawasan Amerika Latin. Ia menyebut tindakan tersebut berpotensi memicu krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Menanggapi situasi itu, pemerintah Kolombia segera menggelar rapat keamanan nasional. Otoritas setempat juga mengerahkan pasukan keamanan ke perbatasan dengan Venezuela guna mengantisipasi kemungkinan lonjakan pengungsi.

Dilansir dari Hindustan Times, Kolombia selanjutnya menyatakan rencana untuk mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) agar segera membahas tindakan yang mereka nilai sebagai agresi. Langkah diplomatik itu disiapkan seiring meningkatnya ketegangan di kawasan. Pemerintah Kolombia menilai forum internasional perlu dilibatkan untuk merespons perkembangan tersebut.

2. Penangkapan Maduro memicu klaim kendali AS atas Venezuela

ilustrasi militer (pexels.com/Somchai Komkamsri)
ilustrasi militer (pexels.com/Somchai Komkamsri)

Ancaman Trump muncul sehari setelah pasukan AS menyergap dan menangkap Maduro di Caracas. Operasi itu disebut Washington sebagai langkah penegakan hukum terkait tuduhan narco-terorisme. Maduro secara tegas membantah seluruh tuduhan tersebut. Sementara itu, sejumlah pengkritik menilai operasi tersebut bertujuan menguasai cadangan minyak Venezuela yang besar.

Dalam operasi tersebut, pasukan khusus AS memutus aliran listrik di sejumlah wilayah Caracas. Setelah itu, mereka menangkap Maduro bersama istrinya di salah satu lokasi persembunyian. Tindakan itu dilakukan sebagai bagian dari operasi yang dirancang secara terkoordinasi.

Trump kemudian menyatakan AS kini memegang tanggung jawab penuh atas Venezuela. Pernyataan itu disampaikan meski Mahkamah Agung setempat telah menetapkan Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai pemimpin sementara. Trump juga kembali mengancam akan mengirim pasukan militer jika Venezuela dianggap tak bersikap kooperatif. Ia menegaskan AS akan mengendalikan negara tersebut hingga tercipta kondisi yang memungkinkan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana.

3. Kuba, Meksiko, dan reaksi internasional atas operasi AS

ilustrasi bola dunia
ilustrasi bola dunia (pexels.com/Keverne Denahan)

Serangan AS tersebut mengakibatkan banyak warga Kuba menjadi korban jiwa. Namun, Trump menyatakan intervensi militer langsung ke Kuba tak lagi dibutuhkan karena negara itu dinilainya akan runtuh dengan sendirinya.

“Kuba sekarang tak memiliki pendapatan. Mereka mendapatkan semua pendapatan mereka dari Venezuela, dari minyak Venezuela. Mereka tak mendapatkan apa pun lagi. Kuba benar-benar siap runtuh,” katanya.

Trump juga melontarkan peringatan serupa kepada Meksiko. Ia menilai narkoba terus mengalir ke AS melalui negara tetangganya itu sehingga Washington merasa perlu mengambil langkah. Dalam pernyataannya, Trump memuji Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum sebagai sosok yang hebat dan mengaku selalu menawarkan bantuan pasukan AS setiap kali mereka berkomunikasi.

“Kartel-kartel yang menjalankan Meksiko mau Anda suka atau tidak,” tambahnya.

Sejumlah negara, termasuk Brasil, Chile, Kolombia, Meksiko, Uruguay, dan Spanyol, menyatakan keprihatinan mendalam atas operasi militer sepihak AS di Venezuela. Negara-negara tersebut secara tegas menolak langkah tersebut karena dinilai melanggar prinsip dasar hukum internasional, khususnya larangan penggunaan atau ancaman kekerasan. Mereka menilai situasi ini menciptakan preseden berbahaya bagi perdamaian kawasan dan mengancam keselamatan warga sipil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Banjir Sumatra Telan 25 Desa, Mendagri: Jangan Dibangun Kalau Rawan

08 Jan 2026, 16:01 WIBNews