Jakarta, IDN Times - Sebuah universitas di Hong Kong resmi memberhentikan seorang mahasiswa jurusan politik yang aktif menyuarakan akuntabilitas atas insiden kebakaran mematikan pada 2025. Keputusan ini merupakan hasil dari proses disiplin panjang yang dilakukan oleh komite universitas terhadap mahasiswa tersebut.
Langkah tegas ini diambil menyusul keterlibatan sang mahasiswa dalam berbagai aksi protes sipil yang menuntut transparansi pemerintah dan otoritas setempat terkait tragedi di distrik Tai Po. Mahasiswa tersebut sebelumnya sempat berhadapan dengan proses hukum karena upayanya mendesak keterbukaan informasi atas peristiwa yang merenggut ratusan nyawa warga sipil.
Pengumuman pemberhentian ini disampaikan secara formal melalui surat resmi universitas, tepat beberapa minggu sebelum jadwal kelulusannya yang seharusnya berlangsung pada Maret mendatang. Pihak universitas menegaskan bahwa tindakan ini diambil berdasarkan aturan internal yang berlaku bagi seluruh civitas akademika.
